Rabu, 26 April 2017

SELAMAT HARI IBU


Untukmu, Duhai bunga yang tak pernah layu..
Untukmu yang telah mengusap air mataku..
Untukmu yang telah membasuh kotoranku..
Yang telah menyuapkan makan dan minum dengan tanganmu ke mulutku..
Untukmu yang menjadikan haribaan sebagai ketenangan bagiku..
Betapa letihnya engkau ibu…

SALAM RINDUKU UNTUKMU
BELAIANMU MENUMBUHKAN SEMANGAT HIDUPKU
KASIH SAYANGMU TAK BISA HILANG DARI INGATANKU
PENGORBANANMU TERHUNJAM ERAT DALAM LUBUK HATIKU

Ibu yang selalu dikenang banyak orang! Dari lubuk hati yang paling dalam, kuikhlaskan rasa syukur hanya kepada Allah yang telah memuliakan kaum perempuan dan menjanjikan sorga yang bisa berada di bawah telapak kakimu.

Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW. Yang telah memperjuangkan harkat dan derajat kaum wanita dengan mengibaratkan bahwa kaum wanita mempunyai dua sayap bidadari yang selalu dibentangkannya kepada suami dan anak-anaknya.
Dear Ibu! Dalam tidur aku terjaga, Diujung tahajjudku aku merenung. Mengingat betapa mulianya hatimu dan alangkah besar jasamu dalam memperjuangkan nasib kaum hawa dan mengangkat martabatnya. Tahukah ibu, bahwa sekarang sudah diakui kesetaraan gender dan tidak boleh lagi ada kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga. Walaupun masih banyak kaum kita yang bernasib malang karena dianiaya di Negeri orang.

Ibuku sayang! Andaikan aku bisa membangunkanmu dari tidur panjangmu, akan aku ceritakan betapa sekarang sudah ada para wanita yang menjadi anggota DPR, Wali kota dan Gubernur, bahkan sudah ada yang pernah menjadi Presiden di Negara kita tercinta ini. Namun di balik itu terkadang hati ini menjadi sedih dan luka Ibu, karena banyak yang kebablasan. Ada yang korupsi, banyak yang hanya pamer urat serta mengeksploitasi kecantikan hanya demi kesenangan sesaat.

Andai Ibu di alam sana mendengar rintihanku. Sekarang Ibu Pertiwi risau dan galau. Alangkah sulitnya menemukan sosok wanita yang mengikuti jejak dan langkahmu dan melanjutkan cita-citamu. Terkadang impianku melayang, asaku terbang mengawang, merindukan para wanita pejuang, yang menjadi tiang dan pancang, agar Negeri kita semakin maju dan berkembang, sehingga gelap dan mendung yang kami rasakan bisa berobah menjadi cahaya yang terang benderang.

Ibu yang selalu kukenang!. Terimalah salam rinduku dari kejauhan. Kami akan selalu mencintaimu sepanjang perjalanan hidup kami. Selama hayat dikandung badan kami. Semoga Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, mengasihimu di alam sana melebihi cinta kasihmu kepada kami. Do’akan kami Ibu semoga perjuangan kami bisa menyelesaikan bengkalai yang engkau tinggalkan. Sebagaimana pesan Nabi kita yang mulia : “wanita adalah tiang Negara. Apabila para wanitanya baik-baik, maka baiklah Negara itu. Tetapi apabila para wanitanya jahat-jahat maka pastilah akan hancur Negara itu”.  

Indah terbayang wajahmu
Merdu lantunan nasehatmu
Rindu akan cinta kasihmu

Hangat kasihmu sehangat sang mentari
Pancarkan sinar pelita di pagi hari
Berjumpa denganmu kupeluk erat penuh cinta kasihmu
Kaulah sosok ibu yang selalu ku rindu

Mama....
Ingatkah kau aku disini
Anakmu yang jauh dari pelukmu

Saat ku dengar sakitmu
Tangisku tak tertahan
Berderai dari pelupuk mataku
Karena ku tak bisa merawatmu

Disini ku tahan rinduku
Ku tahan tanganku belum merangkulmu
Demi menjalankan kewajibanku
Insyaa Allah aku mampu bertahan demi masa depan yang lebih bahagia seperti yang mama harapkan. 😊💪

Alhamdulillah...hari ini mama udah bisa bangun &  wajah mama udah mulai menerah lagi,kemarin  pucat sekali. Mungkin dengan berkumpulnya anak² & cucu² dihari lebaran membuat mama jadi semangat lagi mau makan & berobat. Mokosanang pabi kon gina nokoontong kon keadaani mama singgai na'a au'aa... 😍😘😘

Semoga cepat pulih kesehatan mama & suatu hari nanti masih bisa kenbali bertemu putri bungsunya.
Aamiin ya Rabbal'alamiin...aamiin ya mujibas sailin 🤲🤲

Tidak ada komentar:

Posting Komentar