Kamis, 27 April 2017

KEAJAIBAN REZKI

Aku tahu rezkiku takkan diambil orang,
makanya hatiku selalu tenang.
Aku tahu amalku takkan dikerjakan orang ,
makanya aku sibuk berjuang

Rezki sama sekali bukan yang tertulis sebaqai angka gaji.
Aneh tapi nyata. Seorang pemilik jejaring rumah makan disebuah kota besar dengan penghasilannya yang mencengangkan, punya kebiasaan yang lebih mencengangkan  di mana seumur hidupnya  ia tidak pernah tidur di atas kasur yang empuk karena kasur yang empuk akan membuat punggungnya ngilu. Dia hanya bisa beristirahat jika menggelar tikar di atas lantai dingin, tepat di depan pintu rumahnya.

Rezki sama sekali bukan soal apa yang sanggup dibeli.
Luar biasa tentang kisah seorang pemilik saham terebesar  dari maskapai penerbangan besar di dunia  yang menjalankan lebih dari seratus pesawat terbang , tertapi dia menderita  hyperphobia, yakni rasa takut terhadap ketinggian, sehingga seumur hidupnya  dia tidak pernah berani untuk naik pesawat terbang.

Rezki sama sekali bukan soal apa yang bisa dikuasai dan dimiliki.
Subhanallah!  Ada seorang lelaki yang bersahaja yang sepanjang hidupnya tidak pernah mampu  membeli sebuah mobil, tetapi  Allah telah menetapkan bahwa rezekinya  adalah naik mobil kemana mana, para tetangganya selalu antri memohon kepadanya mengatakan:”Mas, tolong hari ini pakai mobil saya untuk kegiatannya ya, saya senang kalau mas yang pakai , sungguh karenanya terasa ada berkah buat  kami sekeluarga”. Adapun sipemilik mobil pergi ke kantornya dengan mengayuh sepeda, sebab begitulah saran dokter kepadanya.

Ada orang yang bergaji besar sampai seratus juta perbulan, tetapi tentu rezkinya sebenarnya tidak sebanyak itu.  Sebab ketika ia hendak meminum minuman yang segar dan manis dan hendak menyantap kue yang legit, segera dikatakan kepadanya:” Awas Pak, Kadar gulanya!”.  Ketika hendak menikmati  hidangan yang gurih dengan santan yang menggoda dan daging yang lembut, cepat cepat dia diingatkan:”Awas Pak, Kolesterolnya”.  Ketika sup terasa hambar dan garam begitu menggoda, bergegaslah teguran datang:”Awas Pak. Tekanan darahnya”.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar