Sungguh ajaib ada orang yang bisa tersenyum ketika menghadapi kesulitan dan
penderitaan, dan ada pula orang yang berada sedih ketika mendapat nikmat.
Setiap orang bisa saja menangis atau bisa tersenyum ketika mengalami kesulitan dan penderitaan yang dialaminya, tergantung bisikan terdalam dari hatinya yang mendorong untuk menangis atau tersenyum karena kesulitan dan penderitaan itu.
Kalau dia merasa bahwa kesulitan dan penderitaan itu adalah ujian untuk meningkatkan kwalitas dirinya tentu dia akan tersenyum,
Tetapi kalau dia merasa kesulitan dan penderitaan itu akan menghancurkan hidupnya tentu dia akan bermuram durja.
Setiap orang bisa saja tersenyum atau bersedih dalam menghadapi karunia yang dilimpahkan oleh Allah kepadanya, tergantung kepada bisikan dari lubuk hatinya yang paling dalam untuk mensikapinya.
Kalau dia merasa kurang walaupun sebenarnya sudah banyak maka tentu dia akan dirundung kesedihan.
Tetapi kalau dia merasa cukup walaupun sebenarnya masih kurang dari kebutuhannya, tentu dia akan merasa berbahagia.
Berbaik sangka kepada Allah adalah kunci ketenangan jiwa dan kebahagiaan. Kalau kita merasa Allah baik kepada kita, maka kita akan mendapatkan kebaikan.
Tetapi kalau kita menganggap Allah tidak peduli atau jahat kepada kita, maka kejahatanlah yang akan kita dapatkan.
Setiap orang bisa saja menangis atau bisa tersenyum ketika mengalami kesulitan dan penderitaan yang dialaminya, tergantung bisikan terdalam dari hatinya yang mendorong untuk menangis atau tersenyum karena kesulitan dan penderitaan itu.
Kalau dia merasa bahwa kesulitan dan penderitaan itu adalah ujian untuk meningkatkan kwalitas dirinya tentu dia akan tersenyum,
Tetapi kalau dia merasa kesulitan dan penderitaan itu akan menghancurkan hidupnya tentu dia akan bermuram durja.
Setiap orang bisa saja tersenyum atau bersedih dalam menghadapi karunia yang dilimpahkan oleh Allah kepadanya, tergantung kepada bisikan dari lubuk hatinya yang paling dalam untuk mensikapinya.
Kalau dia merasa kurang walaupun sebenarnya sudah banyak maka tentu dia akan dirundung kesedihan.
Tetapi kalau dia merasa cukup walaupun sebenarnya masih kurang dari kebutuhannya, tentu dia akan merasa berbahagia.
Berbaik sangka kepada Allah adalah kunci ketenangan jiwa dan kebahagiaan. Kalau kita merasa Allah baik kepada kita, maka kita akan mendapatkan kebaikan.
Tetapi kalau kita menganggap Allah tidak peduli atau jahat kepada kita, maka kejahatanlah yang akan kita dapatkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar