Senin, 14 November 2016

YANG SEDANG SEDANG SAJA

Karena memperturutkan syahwatnya, banyak orang harta benda dan harga dirinya menjadi korban, bahkan tidak perduli dengan hinaan orang atau bahkan kutukan Tuhan, akhirnya rusak binasalah jasmani dan rohaninya, dan dia terjatuh ke lembah kehinaan.

Ada pula orang yang sangat mengekang keinginannya, tidak mau memakan makanan enak, atau memakai pakaian yang bagus bahkan enggan beristeri selama hidupnya maka rusak dan lemahlah dia karena tidak mempunyai kegiatan hidup.


Kelompok pertama tercela karena berlebih-lebihan, kelompok keduapun tercela karena terlalu berkekurangan, kedua-duanya menimbulkan bahaya bagi diri sendiri. Yang terpuji adalah jalan tengah yang meletakkan sesuatu pada tempatnya. Memilih yang pantas dan bagus, tidak melampaui batas, memenuhi kebutuhan sesuai dengan keperluan tanpa berlebih-lebihan. dan itulah yang dikatakan sederhana.

Minggu, 13 November 2016

SURATAN TAKDIR

Kita punya tenaga untuk berikhtiar, tetapi dibalik ikhtiar itu ada kekuatan ghaib yang lebih menentukan langkah, rezeki, jodoh dan maut kita. Harapan kita adalah semoga yang kita usahakan mendapat taufik , selaras dengan yang Allah kehendaki. 
Dan yang terpenting adalah  iman kita penuh kepada-Nya, dengan hati yang jujur dan usaha yang baik, tidak melanggar rambu-rambu-Nya. Dia tidak akan mengecewakan kita, hati kita tidak kecewa dan patah, kalau belum mendapatkan yang diinginkan, karena kita sudah punya pendirian, yaitu keberanian menantang hidup, kalaupun  pernah menderita kerugian itu disebabkan karena kita berniaga, kalaupun  kita pernah jatuh, karena kita memanjat ke tempat yang tinggi.
Orang yang lupa kepada takdir sering kali terjerumus. Dapat kesulitan ia putus asa, dapat sedikit keuntungan ia sombong, dapat kemegahan ia berbuat angkara murka, pinjaman Allah disangkanya miliknya sendiri, yang bisa diperlakukannya sekehendak hartinya, akhirnya ia lupa diri dan tidak mampu mempertanggung jawabkan barang yang dipinjamnya itu.

Kepercayaan kepada takdir adalah kepercayaan atas perhubungan hidup kita yang kecil ini dengan kehidupan yang amat luas dibawah satu aturan yang mengikuti kebijaksanaan Allah yang maha Besar. Sejak dari sehelai rumput, sebutir pasir, setetes air , sebingkah tanah, manusia yang congkak dan sombong, binatang di darat dan di laut, bintang-bintang di langit tinggi, bulan dan matahari semuanya berjalan dengan kodrat dan iradat Allah yang maha berkuasa,  menjalani aturan yang telah ditentukan, berasal dari tak ada menjadi ada, lalu kemudian lenyap kembali ditelan masa.


Dialah yang maha berkuasa untuk memberikan kekuasaan kepada siapa yang dia kehendaki, dan mencabut kekuasaan dari siapa yang Dia kehendaki, Dialah yang memuliakan dan menghinakan, meninggikan dan merendahkan derajat, ditangan-Nya berada segala kebaikan dan Dia maha berkuasa atas segala sesuatu.

JIWA MERDEKA



Ibnu Taimiyah saat berhadapan dengan pemerintahan yang zhalim yang akan mencelakakan dirinya maka dia bermunajad kepada Allah yang menggambarkan kestabilan jiwanya menghadapi segala teror itu, "Ya Allah seandainya mereka mencampakkan aku maka waktu itu adalah saat yang tepat bagiku untuk bertamasa bersamaMu, kalau mereka mengurungku maka saat itu adalah waktu yang tepat bagiku untuk bersunyi diri bersamaMu, walaupun sekiranya mereka menggantungku maka itu adalah waktu yang tepat agar aku bisa cepat bertemu dengan-Mu".

DOSA OH DOSA

Dosa itu mamang nikmat dan menyenangkan
Indah dan mempesona, membuai dan menghanyutkan
Membuat terlena, lupa diri dan lupa daratan
Namun itu hanya sesaat dan tak lama riwayatnya tamat
masa akan berputar dan roda zamanpun bergilir

Pendosa akan putus asa disentrum bisa-bisa dosa
Berlutut  dengan muka keriput melebihi pengecut yang melihat pecut
Tergeletak tak berdaya tak punya upaya dan sudah tak jaya
Merana dengan rintihan yang membahana kemana-mana
Tergelepar, dibawah panas terik membakar, karena dosa yang pernah disebar
Letih merintih tertatih tertatih sampai badan pucat putih,
melangkah terseok-seok akibat dulu mengolok-olok
dengan nafas tersengal sengal, karena kaki terganjal
menjerit terbirit birit, kerena semua serba sulit,
melolonglolong mita tolong, tak ada yang boleh menolong,
mendayu-dayu merayu, bagai disayat sembilu, tak ada yang mau tahu.
Sanak dan saudara yang diharapkan membantu, malah mencelakakan
Kedudukan yang diharapkan menyelamatkan, malah membinasakan

Harta dan benda sudah jauh ditinggalkan,
badan yang kuat malah menjadi beban yang menyengsarakan.
Maka terbuktilah di sana bahwa kesenangan dunia menipu,
siangnya penuh mainan dan sandiwara, malamnya melalaikan,
keindahan dan hiasannya bagai mimpi belaka,
terasa amat sebentar ketika kita sudah melewatinya.

MANFAAT ILMU

Setiap ilmu adalah mulia dan bermanfa’at, meskipun tentang hal yang paling kecil sekalipun, dan Tidak perlu membedakan antara ilmu duniawy atau ilmu ukhrawy. Sudah saatnya kita cemburu kepada orang yang selalu bercumbu dengan ilmu, berteman intim dengan kitab suci, bergelimang dengan ibadah dan bermesraan dengan Allah.

KEBAHAGIAAN

Belum tentu tidur akan nyenyak hanya karena ranjangnya mewah
Keluarga bahagia itu bukan disebabkan tinggal di rumah yang indah
Harta dan kedudukan sudah terlalu sering mengecewakan manusia
Ketika  ingin hidup kaya orang lupa bahwa anugrah hidup adalah kekayaan
Ketika  takut rugi
orang  lupa bahwa anugrah hidup adalah Keberuntungan
Adakalanya yang terindah bukanlah yang terbaik
,
Dan yang sempurna tidak selalu menjanjikan kebahagiaan,

Tetapi ketika kita mampu dan mau menerima kekurangan dan kelebihan Itulah Kebahagiaan

TAMBAH SALEH ATAU TETAP SALAH

Menyibukkan diri beramal saleh, dengan ketaatan yang disusul oleh ketaatan yang lebih baik akan  akan menjauhkan kita dari berbuat salah..

Amal-amal saleh akan memberi cahaya di hati, menjadikan wajah bersinar, meluaskan rezki, menguatkan badan, dan menuai cinta dari sesama. Sedangkan perbuatan salah akan membuat gelapnya hati, kelamnya wajah, sempitnya rezki, lamahnya tubuh dan kebencian dihati manusia.  (Ibnu Abbas)