Sabtu, 29 April 2017

DO’A WISUDA STAI BUMI SILAMPARI 30-12 2016

Ya Allah Tuhan yang maha Mendengar, dengarkanlah rintihan  hati kami  yang sering menjerit walau tanpa suara
Kami yang tak jarang menangis walau tanpa air mata, karena terjerat oleh duka, terkungkung dalam lara, yang hanya bisa diam mendesah dalam pilu
Merana dalam kesepian dan kecewa dalam keterasingan

Ya Allah Tuhan  yang maha Memudahkan, mudahkanlah perjuangan kami untuk mengibarkan panji panji kebenaran, mencerdaskan anak negeri yang sedang rindu menanti. Menerangi lorong-lorong hidup yang tertutup oleh awan kegelapan. Membawa perobahan menuju hidup yang penuh arti. Melunakkan hati yang sudah membatu, mengikis jiwa kebinatangan dengan membangun kemanusiaan. Membuktikan kepada dunia bahwa Islam adalah rahmat begi seluruh alam. Bahwa Islam itu penuh pesona, damai dan indah

Wahai Allah, Tuhan yang maha menguasai segala Ilmu dan maha bijaksana dalam mencardaskan manusia.
limpahkanlah kekuatan pada ilmu yang telah kami dapatkan  untuk menghancurkan tiang-tiang kezaliman, meruntuhkan bangunan angkara murka, mengikis habis benteng kesesatan, menundukkan segala bentuk  kebatilan dan mencabut kerusakan sampai ke akar-akarnya.

Jangan biarkan kami terombang ambing oleh badai kepalsuan, lalu karam digulung gelombang pencitraan, akhirnya hilang di tengah-tengah samudera kenistaan , dan tiada berhasil mencapai  tanah impian. Tapi jadikanlah kami  menjadi bintang kehidupan yang bisa mengantarkan generasi baru yang punya ilmu seluas samudera.   Menuntun ummat agar bisa merapat di dermaga hidayah-Mu
Membimbing yang tersesat ke arah jalan yang lurus.
Membawa  yang kebingungan untuk diterangi cahaya-Mu.

                                                                                                                                                                                                                                                                                                
Duhai  Allah ! Tuhan kami yang penuh pesona!
Sayangi kami seluas rahmat-Mu laksana laksa kasih-Mu. Sayangi kedua orang tua kami yang sampai detik ini tetes demi tetes keringatnya mengalir demi pendidikan kami, yang do’a dan air matanya belum kering demi cita-cita kami, yang senantiasa tersenyum membalut keperihan hatinya demi untuk  menyemangati kami, mereka  tidak mau merasa bahagia kalau kami tak bahagia.
Sayangi pula guru guru dan dosen-dosen kami yang tak terhitung jumlahnya, yang tidak pernah lelah mengajari kami, membuka mata kami untuk mengenal dunia dan penciptanya, hanya engkaulah yang membalas jasanya, kami hanya mampu memberinya gelar pahlawan tanpa tanda jasa.

Gantilah keperihan mereka dengan kesenangan
Jadikan kesedihan
mereka sebagai awal kebahagiaan
Sirnakan kecemasan
mereka menjadi rasa tenteram
Dinginkan kegerahan hati
mereka dengan salju keimanan
Padamkan gelora jiwa
mereka dengan air keyakinan.


Ya Allah, kekasih orang-orang yang shaleh
Engkaulah penentram hati orang-orang yang gelisah
penyambut seruan orang yang menderita
tumpuan harapan orang yang sengsara
Kami ingin ketergantungan kami hanya kepada-Mu.

Jika Engkau mengusir kami  dari pintu-Mu

Maka kepada siapa lagi kami akan mengharap
Derita kami takkan sirna kecuali dengan karunia-Mu.
Penyakit kami  hanya bisa disembuhkan dengan obat-Mu
Duka kami  hanya dapat hilang dengan kasih sayang dan karunia-Mu
Ajari kami mengenal keagungan-Mu.
Dengarkanlah seruan kami, kabulkanlah permohonan kami.
Lepaskan kami dari kesulitan dan penderitaan,
Mudahkan kami dalam memenuhi kebutuhan kami
Walaupun perjuangan kami teramat berat
Kami ingin mengakhiri hidup kami dengan husnul Khatimah.
Kami akui kelemahan kami, kami sadari kekurangan kami,
Dengan sepenuh hati kami mohon ampunilah dasa-dosa kami.

 Ananda semua adalah mahasiswa kami, sudah bagai  anak  belahan jiwa kami
Setiap hari
antara kita ada canda dan tawa tapi tak menghilangkan wibawa
Di relung hati kita ada cinta kasih yang mendunia yang membuat wajah selalu ceria, bibir merekah dengan senyuman, dan mata menjadi bercahaya. Cinta kita bagaikan aliran listrik yang mengalir melalui kabel hati yang memancarkan cahaya kemilau dan menimbulkan kehangatan.

Empat tahun lebih kita bersama, tak terasa waktu berlalu, akankah impian jadi kenyataan? Jawabannya ada di medan perjuangan.
Pertemuan kita tak pernah kusesali. Perpisahanpun tak akan kutangisi, walaupun akan jauh di mata tetapi akan selalu dekat di hati
.


Wahai yaa Allah. Tuhan yang maha memberkati. Berkatilah kebersamaan kami di STAI Bumi Silampari  Lubuklinggau.  Setiap hari antara kami ada canda dan tawa tapi tak menghilangkan wibawa. Di relung hati kami ada cinta kasih yang mendunia yang membuat wajah selalu ceria, bibir merekah dengan senyuman, dan mata menjadi bercahaya. Cinta kita bagaikan aliran listrik yang mengalir melalui kabel hati yang memancarkan cahaya kemilau dan menimbulkan kehangatan. Pertemuan kkami tak pernah kami sesali. Perpisahanpun tak akan kami tangisi, walaupun akan jauh di mata tetapi akan selalu dekat di hati.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar