Selasa, 25 April 2017

MAKANAN HALAL AKAR KEBAIKAN

Bismillaahirrahmaanirrahiim,
Assalaamu ‘alaikum Warahmatullaahi wabarakaatuh

Abdullah bin Umar pernah bersumpah bahwa memastikan halalnya satu suapan ke mulutnya lebih dia sukai dari pada bershadaqah seribu dinar.

Sa’ad bin abi Waqqash salah seorang sahabat yang dijamin masuk sorga dengan keistimewaan dirinya dengan do’a yang diijabah karena tidak mau memakanan makanan yang tidak pasti kehalalaannya.

Nabi Muhammad SAW menyatakan, “ bahwa setiap daging yang tumbuh dari makanan yang haram lebih patut menjadi calon penghuni neraka”.

Imam Ahmad bin Hambal memfatwakan:”lembutkanlah hati kalian hanya dengan memakan makanan yang halal”.

Ibnul Qayyim al-Jauziyah menerangkan bahwa dengan sebab makanan yang halal zat-zat yang masuk kedalam tubuh menjadi ramah kepada fitrah, ia turut mensucikan darah , lalu hati yang manjadi pusat peredarannya menjadi bersih. Hati yang semacam ini akan mudah mengingat Allah, karena padanya tumbuh khasyyah, rasa takut kepada-Nya dan terus merunduk. Mudah diingatkan jika lalai, mudah diluruskan jika bengkok, mudah dibetulkan jika keliru. Hati yang merasai pengawasan Allah, selalu introspeksi diri atau muhasabah. Kuat untuk bermujahadah. Selalu merendah kepada sesama, tidak pernah berhenti belajar untuk membenahi diri. Inilah hati yang lembut karena diberi makanan halal yang diredhai Allah”.

Sebaliknya anggota tubuh yang bersal dari makanan yang haram, akan mudah tertarik kepada kemaksiatan, mata yang dialiri oleh gizi tak halal cenderung menikmati pandangan yang terlarang. Telinga yang tersusun dari zat-zat yang tidak suci lebih suka mendengarkan gunjing dan adu domba. Lidah yang berasal dari rezki terdosa lebih ringan untuk memfitnah, berjanji palsu dan berdusta. Dan tangan akan suka menganiaya dan mengambil hak sesama. Na’udzu billaahi min dzaalik.

Allah berfirman dalam surat 2; al-Baqarah ayat 168 yang artinya:”Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu”. Dan dalam ayat 172 nya Allah berfirman yang artinya:” Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar