Jumat, 26 Agustus 2016

SEMANGAT JUANG RASULULLAH

Semangat juang bagaikan bara api yang berkobar-kobar  yang tidak kunjung padam, yang senantiasa menggalakkan tekad di dalam hati, atau laksana banjir bandang yang menghanyutkan. Bila ia merasuk kedalam jiwa maka terlahirlah nilai-nilai yang mulia dan dan hasil kerja yang luar biasa.yang tidak bisa dicapai oleh sembarang orang.
Semangat dan cita cita membuat orang tak kenal lelah merenangi lautan kehidupan, walaupun timbul dan tenggelam dihempas ombak dan gelombang, atau terdampar diterjang badai.
Dengan semangatnya maka di tangan Rasulullah ada obor yang menyala memberikan hidayah dan pencerahan. Di darahnya ada akidah yang sanggup menentang para pendosa dan manusia durjana. Maka runtuhlah bangunan angkara murka dan tercabutlah kezaliman sampai ke akar-akarnya
Jahiliyah dan Yahudiyah bagai gunung yang menghadang jalannya dapat diruntuhkannya dengan semangatnya, dan semuanya telah dihancurkannya.

Alangkah agung semangat hidupnya. Alangkah mulia tekad bajanya. Dan alangkah kuat kemauannya. Serta alangkah tinggi kesabarannya. Setiap kesulitan yang menghadangnya akhirnya diinjak-injaknya, dan pesona dunia yang merayunya berhasil ditepisnya dengan mata hatinya.

PENENTU KEMENANGAN

Pertolongan Allah itu sangat mahal, tidak akan diberikannya kepada sembarang orang, kecuali orang-orang yang memiliki sifat-sifat khusus yang telah ditetapkan oleh Allah sebagai khalifah Allah di bumi yang siap mengemban amanah menegakkan agama sebagai penyelamat seluruh ummat manusia, dengan mengajak mereka keluar dari kubangan dosa yang  selalu diperbudak oleh hawa nafsu, lalu berusaha mensucikan hati dan berlomba-lomba dalam memperjuangkan kebenaran dan menebarkan kebaikan.

Rasulullah SAW telah bersabda:”Senantiasa akan ada di antara ummatku, orang-orang yang menang karena berpegang erat kepada kebenaran,  siapapun yang berusaha menyingkirkan mereka, tidak akan bisa membahayakan mereka sampai hari kiamat. (HR. Bukhari, Muslim, At-Turmizi, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad).

Kelompok pemenang yang berpegang teguh kepada kebenaran itu tidak ditentukan oleh banyaknya jumlah, bahkan sejarah mencatat mereka selalu minoritas, berjumlah lebih sedikit dari musuh-musuh mereka, namun mereka selalu berpegung teguh kepada agama mereka, Abdullah bin Rawahah menyatakan saat terjadi perang mu’tah,”Kita memerangi musuh bukan karena kekuatan senjata dan pasukan besar, melainkan demi menegakkan agama dan karena itulah Allah memuliakan kita”.

Abu Bakar RA pernah berkirim surat kepada panglima perangnya Amru bin “Ash yang isinya:”Dalam suratmu engkau menyebutkan pasukan Romawi yang amat besar. Ketahuilah! Sesungguhnya Allah tidak menolong kami bersama Nabi-Nya dengan banyaknya pasukan dan senjata, Kami bahkan pernah berperang bersama Rasulullah SAW hanya membawa dua ekor kuda dan kitapun bergantian naik unta. Dalam perang uhud bahkan kita hanay memiliki seekor kuda yang dinaiki oleh Rasulullah SAW, Beliau membantu siapa saja yang tertinggal. Ketahuilah! Orang yang paling taat kepada Allah adalah orang yang paling membenci kemaksiatan, Karena itu Taatilah Allah dan perintahkan anak buahmu untuk mentaati-Nya”.

Bila Allah ingin memenangkan suatu ummat maka Allah akan menjadikan mereka memiliki sebab sebab untuk memperoleh kemenangan. Raja Romawi Heraklius heran karena pasukannya yang jauh lebih banyak bisa dikalahkan oleh pasukan Muslim di Antakiah lalu bertanya kepada pasukannya yang pulang membawa kekalahan:” Kenapa kalian bisa dikalahkan mereka?”. Salah seorang dari mereka menjawab:” Karena dalam peperangasnpun mereka bisa melakukan shalat malam, berpuasa pada siang hari, menepati janji, melakukan amar ma’ruf nahi mungkar dan berlaku adil sesama mereka, sebaliknya kita twerbiasa meminum minuman keras, berzina, melakukan maksiat, ingkar janji, merampok dan membuat kerusakan di muka bumi”.

Salah seorang intel Romawi pernah menyampaikan laporan hasil penyelidikannya kepada pimpinannya tentang kondisi pasukan perang kaum muslimin:”Mereka adalah para biarawan di malam hari, dan jadi pendekar ulung di siang hari, Jika anak raja mereka mencuri (korupsi), mereka potong tangannya, jika ada yang berzina mereka merajamnya, jika anda berbicara dengan teman anda, perkataan anfa tidak dapat dipahami oleh teman anda itu, karena ramainya suara mereka ketika mmbaca al-Qur’an dan berzikir”.

Luar biasa sekali, mereka dalam kondisi peperanganpun tidak rela meninggalkan shalat malam, baca Qur;an dan zikir mereka, sedangkan kita kebanyakan pada waktu yang sangatlonggarpun kadang kadang tidak sempat melaksanakan Shalat malam, baca Qur’an dan berzikir untuk mengisi malam-malam kita. Maka dengan keteguhan mereka dalam menjalankan agama, Allah meredhai mereka dan memberikan kemenangan kepada mereka walaupun mereka berhadapan dengan musuh yang jumlahnya jauh lebih besar.


Allahpun sudah berjanji, seandainya tidak ditemukan lagi orang yang seperti itu, maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang akan menggantikan mereka seperti yang difirmankan oleh Allah dalam surat 5; al-Maaidah ayat 54-56 yang artinya:”Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu'min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang”.

PERANG URAT SYARAF ( GAZWUL FIKRI )

Semoga kita tetap meyakini Islam is the best, Islam is our way of life, keyakinan kita tidak akan kita perjual belikan dengan harga berapapun juga. semoga yang like dan komentar status ini hidup diredhai Allah dan dimudahkan segala urusannya serta dijauhkan dari segala kesulitan dan penderitaan.

Orang-orang yahudi dan orang-orang nashara belum akan merasa puas sebelum kamu mengikuti ajaran mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (Q.S. 2 al-Baqarah ayat 120)

Ghazwul fikri adalah usaha yang luar biasa hebat dalam bentuk propaganda atau pemutar balikan fakta, baik secara kasar ataupun secara halus, agar cara berpikir orang Islam berobah dari dasarnya tanpa disadari oleh mereka, karena telah gagalnya usaha beratus-ratus tahun untuk mengeluarkan orang Islam dari agama mereka, maka digunakanlah cara baru yaitu, biarlah orang-orang Islam itu tetap beragama Islam tetapi racuni pikiran mereka agar mereka membenci ajaran agamanya dan sebaliknya mereka menyukai dan menganggap baik hal-hal yang dilarang oleh agama mereka.

Orang-orang yahudi dan nashara telah menyusun rencana yang sangat rapi dan matang dan dipropagandakan ke seluruh dunia, usaha yang sadar untuk memutar balikkan fakta tentang Islam agar ummat manusia membenci Islam, mereka mendakwakan bahwa Islam itu fanatik, padahal islam itu sangat toleran. Mereka mendakwakan bahwa Islam itu disebarkan dengan pedang padahal Islam disebarkan dengan kasih sayang dan budi pekerti yang mulia, mereka mendakwakan bahwa Islam tidak memberikan hak yang luas kepada perempuan, padalah Islamlah yang memperjuangkan hak dan martabat perempuan. Mereka mendakwakan bahwa Islam adalah agama orang Arab padahal Islam itu adalah agama yang menjadi rahmat bagi semesta Allam, mereka mendakwakan bahwa Islam itu kolot dan terbelakang, padahal Islam telah terbukti sebagai inspirator untuk kemajuan dunia. Mereka mendakwakan bahwa Al-Qu-r’an itu hanya karangan Muhammad yang ditirunya dari kitab suci yahudi dan nasrani, padahal Al-Qur’an itu adalah Wahyu Allah yang maha tinggi, dan tidak satu huruppun dicampuri dengan pikiran Muhammad. Dan banyak lagi tuduhan-tuduhan yang menyesatkan yang ditanamkan kedalam pikiran orang-orang yang tidak mau mempelajari agamanya sehingga mereka dengan mudah tertipu tentang agama mereka sendiri.

Salah satu metode penghancuran ummat Islam yang sangat sulit dihindari adalah upaya mereka untuk merusak moral para generasi muda melalui fornografi dan fornoaksi, melalui judi baik sencara terang-tewrangan ataupun terselubung, melalui miras dan narkoba, bayangkan saja betapa banyaknya sudah generasi muda yang mengaku dirinya Islam terperangkap oleh judi, miras dan narkoba dengan alasan mengikuti kemajuan zaman dan kemerdekaan memilh apa yang kita senangi. Betapa gencarnya sekarang usaha  untuk memojokkan wanita-wanita Muslim yang setia memakai busana muslimah, dengan tuduhan kolot dan itu hanyalah semata-mata budaya arab, bukan ajaran Islam. Dan betapa banyaknya pujian diberikan kepada wanita yang semakin hari semakin minim pakaiannya dengan alasan mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman.


Waspadalah dan tetaplah pada keyakinan bahwa Islam adalah the best, Islam adalah satu-satunya jalan menuju kebahagiaan haqiqi, Islam adalah our way of life, Islam adalah jalan hidup terbaik yang diredhai oelh Sang Pencipta kita. Jangan sekali-kali mau terperdaya oleh usaha-usaha dari oerang yang ingin memadamkan cahaya Islam. Dan masuklah kedalam ajaran Islam secara kaffah, dan jadilah menjadi penolong dan pejuang yang selalu menegakkan dan menjunjungtinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

PERBAHARUILAH IMAN

Memperbaharui iman adalah sangat penting bagi setiap muslim, karena godaan syetan juga tidak pernah berhenti, hawa nafsu setiap waktu menginginkan sesuatu dan pengaruh dunia yang datang silih berganti penuh pesona dan selalu memabukkan.

Karena terlalu banyak kesibukan orang sering melupakan kalbunya yang juga harus mendapat perhatian khusus agar senantiasa ikhlas dalam beramal, jujur dalam tindakan, teguh dalam pendirian, sabar dalam menghadapi cobaan, bersyukur terhadap segala nikmat dan selalu bewtawakkal kepada Allah dalam mengejar keinginan dan cita-cita, dan yang paling penting adalah tidak pernah lupa memohon ampun kepada Allah atas semua tindakan, baik disengaja ataupun tidak disengaja.

Sering kita menemukan orang yang pada mulanya ikhlas tetapi tanpa disadarinya ia telah menjadi orang yang ria dan sum’ah (ingin dilihat dan didengar orang kebikannya). Ada orang yang pada mulanya jujur tetapi setelah bercampur dengan kelompok yang tidak jujur dia juga terbawa-bawa tidak jujur. Karena mengabaikan kalbu banyak orang yang berkata sia-sia, makan berlebih-lebihan, tidak berusaha memaksimalkan pengatruran waktunya, bermalas-malasan dan banyak tidur.

Rasulullah SAW mengingatkan dengan sabdanya:”Perbaharuilah iman kamu”; “Iman itu bisa bertambah dan berkurang, dia akan bertambah seiring dengan meningkatnya ketaatan dan dia akan berkurang sejalan dengan bertambahnya maksiat yang dilakukan”. “Hati manusia itu selalu berbol;ak balik, karena itu berdo’alah kepada Allah agar Dia mengokohkan hati kita dalam memegang teguh agama-Nya”. Dan Allah berfirman dalam surat 59; al Hasyr ayat 18-20 yang artinya:” Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik. Tiada sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga; penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung”.
anyak sarana yang bisa kita gunakan untuk memperbaharui iman kita, seperti:
1.     ziarah kubur yang berpungsi untuk mengingatkan kita kepada kematian dan adanya hari berbangkit sebagai tempat dimana setiap orang diminta untuk mempertanggung jawabkan segala perbuatannya.
2.     Membaca riwayat hidup orang-orang shaleh yang menyibukkan diri mereka dengan banyak melakukan ibadah, dengan penuh kezuhudan dan kewara’annya, selalu qana’ah dan tawakkal kepada Allah. Dan para pejuang yang telah mengorbankan harta benda bahkan nyawanya dalam menegakkan agama Allah.
3.     Banyak bergaul dengan orang-orang yang shaleh, orang orang “alim dan para pejuang agama yang akan mendorong kita untuk termotivasi melakukan apa-apa yang mereka lakukan, apa lagi kalau sering duduk dan bercengkerama dengan mereka, belajar dan mendengan nasehat mereka yang membuat betrei iman menjadi seperti dicas dan menjadi kuat kembali.
4.     Membiasakan diri untuk senantiasa mentadarruskan Al-qur’an, banyak berzikir dan rajin mengerjakan amalan sunat seperti rajin shalat dhuha dan tahajjud serta banyak bersedekah, puasa sunat  dan lain-lain.
Semoga kita termasuk orang yang selalu bwerhati-hati dalam menjalani hidup dan kehidupan dengan jiwa taqwa dan tetap konsisten mengakhiri hidup dengan husnul khatimah.


PENDERITAAN PASTI AKAN SIRNA YANG TERSISA ADALAH HASIL USAHA

Saat kita menempuh jalan kebenaran dan menyibukkan diri dengan perjuangan di jalan Allah, maka kita akan dihadapkan kepada kelelahan yang luar biasa, menghadapi ujian demi ujian, tertimpa cobaan demi demi cobaan, serta halangan dan rintanganpun datang silih berganti.

Namun jika anda termasuk orang yang tegar menjalani kebenaran, dan selalu bersabar dalam menghadapi cobaan, dan tabah dalam melewati halangan dan rintangan, maka pasti penderitaan akan segera berlalu dan sirna, kelelahan akan hilang, maka yang tersisa tinggal hanyalah hasil perjuangan dalam bentuk kemuliaan derajat dalam hidup karena telah berjuang, dan pahala yang pasti akan diterima dari Allah yang tidak pernah mengingkari janji-janji-Nya.

Ketika anda masuk dan menginjakkan kaki di Surga, hilanglah segala kelelahan yang pernah anda rasakan, anda akan melupakan duka yang mendera, dan luka yang anda alami sirna seketika, bila ditanyakan kepada anda ketika itu,”Pernahkah anda merasakan penderitaan sebelum ini?. Maka anda akan menjawab setelah dicelup sekali ke Surga, “Demi Allah, saya tidak pernah merasakan penderitaan sebelum ini.” (HR. Muslim, Ahmad dan Ibnu Majah dari Anas bin Malik).


Ketika itu, tidak ada lagi kelelahan dan penderitaan, karena semuanya telah berubah menjadi kenikmatan, kebahagiaan dan kegembiraan sebagai balasan dari Allah yang maha Baik, sesuai dengan kemaha muliaan dan kemaha dermawanan-Nya. Bahkan anda akan berangan angan seandainya dahulu anda lebih banyak menderita dan mengalami kelelahan demi kelehalan di jalan Allah, dan andapun akan berangan angan seandainya anda lebih banyak tidak tidur untuk beribadah malam, seandainya anda lebih banyak membelanjakan harta di jalan Allah, seandainya anda lebih meninggalkan kepentingan dunia dan sebagainya, bahkan anda akan berangan-angan sebagaimana angan-angan orang yang mati syahid, seandainya dia bisa dikembalikan ke dunia untuk hidup dan mati syahid lagi, lalu dihidupkan lagi dan mati syahid lagi, karena telah merasakan bagaimana Allah membuktikan kebenaran janjinya. 

KEMERDEKAAN BERPIKIR

Ketika cahaya Islam memancar, yang yang pertama sekali jadi sasaran  sorotan cahayanya adalah akal. Cahaya akal menjadi terang benderang karena cahaya wahyu yang menyebabkan lahirnya cahaya di atas cahaya.
Cahaya akal tanpa cahaya agama, tidaklah memadai untuk keselamatan manusia, itulah sebabnya ummat yang belum didatangi oleh agama tidak mungkin akan menjadi ummat yang maju. Lantaran mengunakan akal saja orang-orang primitf masih jauh dari kemajuan dan masih mau bertelanjang bugil, dan hanya karena pertimbangan akal beberapa bangsa yang mengaku beradab sedang menuju pakaian yang semakin telanjang. Oleh karena itu akal saja tanpa agama tidak bisa dipercaya sebagai jalan penerang kehidupan.
Agama Islam datang mengakui kecerdasan akal untuk mencapai kemajuan, segenap ajarannya selaras dengan akal pikiran. Berpikir sesaat lebih besar nilainya dari beribadah satu tahun. Allah akan melemparkan kedalam neraka orang yang punya akal tapi tak mau berpikir, punya hati tapi tak mau memahami, punya telinga tapi tak mau mendengarkan kebenaran, dan punya mata tapi tak mau membedakan antara yang halal dan haram. Dan berpuluh-puluh ayat al-Qur’an yang menyuruh berpikir dan menggunakan akal serta mengambil pelajaran dari fenomena alam semesta.

Oleh karena itu sucikanlah hati dengan Agama, niscaya akal akan berkembang dan terarah menuju kemajuan yang beradab, dan selalu tunduk kepada perintah Allah yang maha Kuasa. Dengan berpedoman kepada ayat –ayat qur’aniyah yang penuh cahaya yang diturunkan sebagai cahaya di atas cahaya, dan kepada kitab yang terbentang di alam semesta yang juga merupakan ayat-ayat Allah yang disebut dengn ayat kauniah yang harus kita baca dengan pikiran yang jernih, bukan dengan mendengarkan dorongan hawa nafsu dan bisikan syetan yang terkutuk untuk memperdaya kita menjadi makhluk yang berbuat kerusakan di muka bumi.

Rabu, 24 Agustus 2016

SEMANGAT DAN JIWA BESAR

Manusia tidak lebih dari seonggok daging dan darah jika mereka tidak mempunyai semangat yang senatiasa penuh dengan gelora, tak pernah letih untuk menanjak naik menuju puncak kesempurnaan. Menerjang semua kesulitan yang menghadang kebangkitan, melakukan lompatan-lompatanyang membawa kepada keagungan.

Orang yang punya semangat tinggi akan membenci segala bentuk kebodohan, tidak menyukai perbuatan aniaya dan selalu menolak kezaliman. Dengan gagah berani menghardik hawa nafsunya dan membangunkan jiwanya yang tertidur, membuang jauh-jauh kemalasan, tidak mau menunda-nunda waktu dan mencari-cari alasan agar tetap berada dalam ketertinggalan.

Dengan semangat seseorang bisa melakukan perjalanan ke alam keabadian, dunia keberuntungan, negeri kemuliaan dan berada di menara kesuksesan. Karena jiwa yang selalu siap  melalui kesulitan dan penderitaan, halangan dan rintangan sebagai jembatan untuk meraih tampuk pimpinan.”Andaikan bukan karena kesulitan, tentulah semua orang jadi pimpinan. Dan bukankah keberanian itu dibuktikan dengan peperangan?”.

Lihatlah perjuangan orang yang mengejar kedudukan dan jabatan yang selalu diidam-idamkan yang tak pernah berhenti mengjarnya, hatinya tak pernah puas walaupun kudanya harus melewati tengkorak manusia dan pedangnya penuh dengan lumuran darah dia tidak akan pernah berhenti sebelum ia mendapatkan apa yang dia inginkan.

Kita layangkan pula sejenak pandangan kepada pemburu harta, dia bekerja tanpa henti, tanpa batas apapun, dia begitu gigih mengejar dan mengumpulkannya hingga ia berhasil memilikinya.

Ada pula yang cendrung menjadi orang yang zuhud, maka dia menyelimuti dirinya dengan kezuhudan itu, dia bentengi jiwanya dari hawa nafsunya, dia benar-benar serius dengan ketaqwaannya, hingga dia memakai mahkota sebagai orang yang tidak rakus pada dunia.


Ada pula yang semangatnya terdorong untuk menuntut ilmu, maka dia selalu berada dalam kesibukan yang amat ketat, selalu berada dalam perjalanan yang agung, maksudnya hanya satu pemahaman, pembicaraannya hanya pengetahuan, baik dalam keadaan berdiri, duduk atau berbaring, ruhnya tak pernah layu, darahnya tak pernah beku, langkah kakinya tak pernah berhenti, seluruh aktifitasnya dicurahkannya hanya untuk ilmu, dia selalu berada dalam kesibukan ilmu yang mengantarkannya kepada keutamaan dan kemuliaan, namanya diabadikan dengan tinta emas karena ilmunya membawa kepada manfaat dari generasi kegenerasi.  

ZUHUD DI DUNIA DAN KHIRAT

Ketika Khalifah Harun Al-Rasyiid melihat Al-Fudhail bin “Iyadh (seorang toloh Ulama yang terkenal dengan kezuhudannya) berpenampilan sangat sederhana, Khalifah sangat terenyuh dan berkata:”Sungguh aku kasihan melihat dirimu, betapa zuhudnya engkau ini.” Al-Fudhail menjawab,”Justru akulah yang kasihan melihatmu, engankaulah yang zuhud sesungguhnya, bukan aku”.

Khalifah Harun Al-Rasyid heran dengan jawaban Al-Fudhail. Lalu bertanya,”Kenapa begitu?”. Kata Al-Fudhail:”Ya, aku ini hanya zuhud di dunia, tetapi tidak di akhirat. Sedangkan engkau, engkau tidak zuhud di dunia, akan zuhud abadi di akhirat kelak”.

Khalifah Harun Al-Rasyiidpun menangis tersedu-sedu mendengar jawaban Al-Fudhail. Dan konon sesudah itu Harun tidak lagi mau hidup bermewah-mewah.

Banyak kita menemukan orang yang mengejar kemewahan dunia secara berlebih-lebihan dari apa yang sesungguhnya dia butuhkan, tidak semua harta yang kita miliki bisa kita makan atau kita pakai dan tempati sebagai sandang pangan dan papan, karena jumlah makanan, pakaian dan tempat tinggal manusia itu ada batasnya. Yang bisa kita makan hanya sekenyang perut saja, yang mungkin kita pakai hanya selebar penutup tubuh, dan untuk tempat istirahat merebahkan diri tidk lebih dari dua kali satu meter saja. Pada saat kita meninggalkan dunia banyak sekali meninggalkan harta yang tidak sempat kita makan dan kita pakai, serta tidak satupun yang bisa dibawa ke dalam kubur. Dan yang lebih memprihatinkan lagi adalah orang yang hidup dengan harta yang berlimpah itu. Sejak dia meninggalkan dunia, hidup susah dan penuh derita, karena selama hidupnya tidak pernah terpikir untuk menyisihkan sebahagian harta miliknya itu, yang akan menjadi teman setia menemaninya sejak dari pintu kubur sampai ke akhirat nanti. Dia tidak pernah kekurangan apa apa di dunia, tetapi di akhirat nanti dia akan menjadi orang yang sangat zuhud karena tida memiliki apa-apa yang dapat untuk menolong dirinya.


Tentu saja tidak seorangpun dari kita yang mau mengalami nasib yang seperti ini. Oleh sebab itu selagi ada kesempatan janganlah berhenti untuk setiap saat selalu menyisihkan sebahagian harta kita dengan membelanjakannya sesuai dengan tuntunan agama sebagai bekal kita agar kita tidak menjadi orang yang zuhud di akhirat nanti.

PEMBERITAHUAN PENTING

Penikmat dunia yang masih terlena!
Pasilitas sumber daya alam (emas, perak, tembaga, batubara, timah, minyak, gas bumi dll), tanah, udara, air yang mengalir, dan cahaya mata hari yang bersinar tanpa henti, yang telah anda gunakan sejak pertama kali anda menggunakannya adalah GRATIS dari Kami sebagai Produsen aslinya sampai pemberitahuan ini dikeluarkan.
Kalau ada tagihan rekening dari para distributor yang menetapkan tarip tinggi kepada anda sepenuhnya diluar tanggung jawab Kami. Seluruh kinerja para distributor yang nakal, yang hanya ingin mengeruk keuntungan atau melakukan manipulasi, tetap dalam pemantauan kami dan akan diaudit kinerjanya dengan secermat-cermatnya, dan akan mendapat hukuman yang setimpal di Pengadilan Kami nantinya.


Sekali lagi Kami tegaskan, Kami tidak pernah meminta atau menerima bayaran. Tetapi bagi yang mensyukurinya akan Kami kirmkan tambahan yang jauh lebih besar karena persediaan Kami masih sangat banyak dan tetap akan diberikan secara Cuma-Cuma tanpa dipungut biaya tambahan. Akan tetapi bagi yang tidak mau memberikan pengakuan dan mengingkari bahwa nikmat itu bersumber dari Kami, maka itu artinya dia sudah siap sedia untuk kami timpakan kepadanya azab yang Pedih. Dengan cara kami sendiri, Dan semua petugas Kami sangat profesional dalam melaksanakan tugasnya. 

MISTERI HARI ESOK

Tidak seorang pun yang bisa mengetahui apakah yang akan terjadi pada dirinya besok. Ramalan para peramalpun sangat tak pantas untuk dipercaya karena penuh kebohongan, merusak iman, dan dibumbui tipu daya syetan. Roda dunia selalu berputar silih berganti tanpa henti. Matahari dan semua plenet bergerak terus sesuai rotasinya. Hembusan angin malam mendorong fajar menyingsing diiringi pancaran sinar matahari yang membawa harapan baru.

Hati manusia mudah berobah dan selalu berbolak balik. Hari ini mungkin kita dipuja dan disanjung banyak orang, namun mungkin besok kita akan dihina dan dicaci maki. Begitu juga sebaliknya mungkin hari ini kita dihina dan dicaci maki, tapi besok kita dimuliakan dan dielu-elukan.

Dipagi hari kita masih bingung untuk membelanjakan uang yang begitu banyak karena semua keperluan sudah terpenuhi, namun tiba-tiba di sore hari kita sudah menjadi orang yang tidak mampu, walaupun hanya untuk membeli sesuap nasi, bahkan kita sedang dikejar-kejar oleh penagih hutang.

Menyambut datangnya malam mungkin kita sangat berbahagia, dengan penuh suka cita dikelilingi oleh orang-orang yang mencintai kita, namun di ujung malam kita dalam kesakitan meregang nyawa karena dikeroyok dan dianiaya oleh orang-orang yang tak punya hati.

Selagi kita asik bermain-main dan bersenang senang , atau sedang tekun bekerja dan berusaha, kita tidak bisa menduga kalau itu adalah saat kedatangan kematian kita yang membuat semua orang disekitar kita terkejut, terkesima dan tak percaya, tetapi semuanya adalah kenyataan yang tidak bisa dielakkan.


Selalulah bertawakkal kepada Allah, jangan pernah berhenti memohon petunjuk kepada-Nya, Isilah detik demi detik yang akan dijalani dengan selalu mengingat-Nya. Tanamkan niat di dalam hati agar semua aktivitas dalam Koridor perhambaan diri kepada-Nya. Jangan hiraukan rayuan dan tipuan syetan menyesatkan. Katakan kepada dunia “betapun indahnya kemewahanmu itu hanyalah sesaat dan sementara dan penyebab prahara yang mengguncang jiwa”. Dan selalulah berada dalam kondisi siap siaga untuk menyambut kedatangan malaikat maut untuk membawa kita ke alam baqa.

RENUNGAN


RENUNGAN I
Banyak sudah kita menemukan orang yang mengaku dirinya Islam tetapi hatinya tidak terpanggil lagi ketika memdengar panggilan azan yang dikumandangkan dari masjid, mereka lebih senang berkumpul di tempat-tempat begadang malam, menghabiskan umur dengan kekonyolan dan kekejian, penuh tawa dan main-main, seakan-akan mereka tidak mempunyai tugas penting di dalam hidupnya, atau seakan-akan mereka sudah punya perjanjian untuk hidup selama-lamanya, namun tiba-tiba mereka diberangkatkan oleh malaikat maut yang mencabut nyawanya dan menghentikan detak jantungnya. Pernahkah kita merenung agak sejenak, dimanakah makanan lezat yang kita santap kemarin, apakah masih terasa lezatnya sekarang?. Atau dimanakah minuman segar dan dingin yang kita teguk kemarin, apakah sejuknya masih kita rasakan sekarang? Tentu saja tidak sama sekali. Rasa lapar kita pada hari ini terasa seolah-olah kita belum pernah makan apapun juga, dan rasa haus kita hari ini seolah-olah kita seperti orang yang belum pernah minum. Dan ketika kita merasa sedih, seakan-akan kita tidak pernah bergembira. Kenapa demikian. Jawabannya itulah yang harus kita renungkan!






RENUNGAN II
Tidak seorang pun yang bisa mengetahui apakah yang akan terjadi pada dirinya besok. Ramalan para peramalpun sangat tak pantas untuk dipercaya karena penuh kebohongan, merusak iman, dan dibumbui tipu daya syetan. Roda dunia selalu berputar silih berganti tanpa henti. Matahari dan semua plenet bergerak terus sesuai rotasinya. Hembusan angin malam mendorong fajar menyingsing diiringi pancaran sinar matahari yang membawa harapan baru.

Hati manusia mudah berobah dan selalu berbolak balik. Hari ini mungkin kita dipuja dan disanjung banyak orang, namun mungkin besok kita akan dihina dan dicaci maki. Begitu juga sebaliknya mungkin hari ini kita dihina dan dicaci maki, tapi besok kita dimuliakan dan dielu-elukan.

Dipagi hari kita masih bingung untuk membelanjakan uang yang begitu banyak karena semua keperluan sudah terpenuhi, namun tiba-tiba di sore hari kita sudah menjadi orang yang tidak mampu, walaupun hanya untuk membeli sesuap nasi, bahkan kita sedang dikejar-kejar oleh penagih hutang.

Menyambut datangnya malam mungkin kita sangat berbahagia, dengan penuh suka cita dikelilingi oleh orang-orang yang mencintai kita, namun di ujung malam kita dalam kesakitan meregang nyawa karena dikeroyok dan dianiaya oleh orang-orang yang tak punya hati.

Selagi kita asik bermain-main dan bersenang senang , atau sedang tekun bekerja dan berusaha, kita tidak bisa menduga kalau itu adalah saat kedatangan kematian kita yang membuat semua orang disekitar kita terkejut, terkesima dan tak percaya, tetapi semuanya adalah kenyataan yang tidak bisa dielakkan.


Selalulah bertawakkal kepada Allah, jangan pernah berhenti memohon petunjuk kepada-Nya, Isilah detik demi detik yang akan dijalani dengan selalu mengingat-Nya. Tanamkan niat di dalam hati agar semua aktivitas dalam Koridor perhambaan diri kepada-Nya. Jangan hiraukan rayuan dan tipuan syetan menyesatkan. Katakan kepada dunia “betapun indahnya kemewahanmu itu hanyalah sesaat dan sementara dan penyebab prahara yang mengguncang jiwa”. Dan selalulah berada dalam kondisi siap siaga untuk menyambut kedatangan malaikat maut untuk membawa kita ke alam baqa.

RENUNGAN BAHAGIA
Hidup ini bagaikan roda yang selalu berputar, terkadang di atas dan terkadang di bawah,  ada saat bahagia dan ada saat bersedih. Waktupun terus berganti, setelah kesulitan datang kemudahan, sesudah bersabar datanglah kemenangan, setelah lewat waktu malam datanglah waktu pagi, setelah musim gugur datang musim semi, setelah musim kemarau ada musim hujan, ada kalanya sakit dan ada kalanya sehat dan begitulah seterusnya.
Itulah sunnatullah. Dan bagian dari sunnatullah pula, bahwa manusia dikaruniai akal dan hati untuk mencerna makna kehidupan ini. Semakin arif seseorang dalam memahami arti dan tujuan hidupnya, maka semakin bijak pula dia dalam bersikap. Sebaliknya, jika seseorang enggan merenungi keberadaannya di dunia ini; dari apa dia berasal, dari mana dia datang, siapa yang menciptakannya, untuk apa dia hidup, kemana dirinya setelah mati, dan berbagai pertanyaan lain; maka tanpa renungan itu ia akan hidup tanpa arah dan cenderung mengikuti hawa nafsu yang akhirnya mencelakakan.
Siapapun orangnya tentu menginginkan hidup bahagia.  Baik di dunia ataupun di akhirat. Ada yang hanya puas dengan kebahagiaan di dunia saja. Ada yang hanya mendambakan kebahagiaan di akhirat tanpa peduli dengan kehidupan di dunia. Dan ada pula yang mengharapkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Akan tetapi manusia sering lupa bahwa orang yang miskin dan hidup serba berkekuranganpun sesungguhnya bisa berbahagia dengan keadaannya. Sebaliknya tidak sedikit orang kaya yang hidup serba berkecukupan, tak kunjung berbahagia dengan apa yang telah dicapainya. Karena kebahagiaan itu memang sesuatu yang sangat relatif, ia tidak bisa dilihar dan diraba melainkan hanya bisa dirasakan oleh hati.
Ketika Khalifah Harun Al-Rasyiid melihat Al-Fudhail bin “Iyadh (seorang toloh Ulama yang terkenal dengan kezuhudannya) berpenampilan sangat sederhana, Khalifah sangat terenyuh dan berkata:”Sungguh aku kasihan melihat dirimu, betapa zuhudnya engkau ini.” Al-Fudhail menjawab,”Justru akulah yang kasihan melihatmu, engankaulah yang zuhud sesungguhnya, bukan aku”.

Khalifah Harun Al-Rasyid heran dengan jawaban Al-Fudhail. Lalu bertanya,”Kenapa begitu?”. Kata Al-Fudhail:”Ya, aku ini hanya zuhud di dunia, tetapi tidak di akhirat. Sedangkan engkau, engkau tidak zuhud di dunia, akan zuhud abadi di akhirat kelak”.


Khalifah Harun Al-Rasyiidpun menangis tersedu-sedu mendengar jawaban Al-Fudhail. Dan konon sesudah itu Harun tidak lagi mau hidup bermewah-mewah.

SUHAANALLAH, ENGKAU MAHA MULIA

Tidak akan pernah ada Tuhan selain Dia. Tak ada yang mampu menandingi keagungan-Nya. Tidak ada yang sebaik dan sedermawan Dia yang menjadi Pemilik segala sesuatu dan maha Berkuasa atas segala sesuatu.

Jika kita melakukan dosa, kemudian meminta ampun kepada-Nya, maka dia akan mengampuni kita.
Jika kita melakukan kesalahan, Dia akan menutupimya
Jika kita bertaubat. Dia sangat senang dengan taubat kita
Jika kita mengingat-Nya, Dia juga akan mengingat kita
Jika kita bersyukur kepada-Nya, Dia akan menambahkan nikmat-Nya kepada kita.
Jika kita meminta kepada-Nya, Dia akan memberikan apa yang kita minta.
Jika kita meminta tolong kepada-Nya, Dia akan, menolong kita
Jika kita berdo’a kepada-Nya, Dia akan mengabulkannya
Jika Dia memberi ujian kepada kita, itu artinya dia sedang membersihkan kita.

Jika kita ditimpa oleh bencana, dan sabar dalam menjalaninya, maka Dia akan menghapus dosa-dosa kita.

WAHYU MEMBERI CAHAYA PADA AKAL

Ketergantungan akal manusia kepada wahyu dapat diibaratkan seperti cahaya yang menerangi kehidupan kita agar langkah-langkah  langkah-langkah yang kita tempuh memiliki kepastian yang menyelamatkan. Akal yang tidak dibimbing wahyu, tak jauh berbeda dengan orng yang berjalan di dalam kegelapan, tidak dapat melihat apa-apa.  Seperti mata, walaupun sehat, tatapi tanpa cahaya yang menerangi di ruangan kita berada, pastilah kita tidak dapat melihat sesuatu. Bahkan jika kita terus menerus dalam ruangan seperti itu, kita tidak saja akan menemukan kegelapan tetapi mata kitapun akan ikut rusak. Begitu juga akal kita yang tidak pernah mau mengenal wahyu, maka akal tersebut tidak akan pernah sampai kepada kebenaran dan kebaikan, malah akan menyebabkan manusia tenggelam dalam kejahatan, kezaliman, kebiadaban dan hanya akan memperturutkan hawa nafsu semata.

Kenapa bisa demikian? Karena banyak sekali objek yang menjadi fokus pengamatan manusia yang tidak bisa ditangkap oleh akal, seperti roh, alam semesta yang amat luas, masalah kehidupan di masa depan, makhluk-makhluk ghaib, nilai-nilai kebenaran mutlak, apalagi Tuhan itu sendari yang selalu dibutuhkan manusia karena fitrahnya memang seperti itu.
Karena pentingnya masalh-masalah tersebut manusia membutuhkan jawaban yang hanya bisa didapatkan melalui wahyu.  Maka alangkah bijaksananya Allah yang maha Pengasih lagi maha Mengetahui, telah menurunkan wahyu sepanjang perjalanan hidup manusia yang disesuaikan dengan perkembangan kehdupan dan kebudayaan masa hidup mereka. Dan kepada kita sebagai ummat akhir zaman Allah telah mewahyukan Kitab suci Al-Qur’an melalui malaikat Jibril yang disampaikan kepada manusia terpilih dan berjiwa muli, nabi Muhammad SAW. Dan hasilnya berobahlah kehidupan manusia yang diselimuti oleh kegelapan menjadi suatu ummat yang dipenuhi oleh cahaya wahyu yang terang benderang sebagaimana diakui oleh sejarah.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat 5; al-Maaidah ayat 16 yang artinya:”Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.”

Maka berbahagialah orang-orang yang dengan rendah hati akalnya tunduk kepada wahyu, Dan alangkah sengsaranya orang orang yang dengan sombong menolak wahyu untuk menerangi akalnya.

Selasa, 23 Agustus 2016

TAHUN BARU DENGAN SEMANGAT BARU

Biarlah orang tertawa, mencaci juga mencela. Ku akan terus kan terbang menggapai bintang. Biarkan aku terbang melayang-layang di awan menuju langit yang indah, istana bintang.

Mari kita awali langkah dalam nenjalani awal tahun ini dengan niat dan do’a bismillaahi tawakkalnaa ‘alallaahi walaa haula walaaa quwwata illaa billaah. Semoga setiap derap langkah, setiap yunan tangan, setiap kata yang terucap berisi rahmat dan berkah dan tidak terputus dari bimbingan dan hidayah Allah.

Setiap jengkal waktu yang kita lewati diawal tahun ini tentu saja bisa mengantarkan kita kepada keadaan yang lebih baik, bahkan sesuai dengan apa yang kita idam-idamkan, tentu saja selama kita melalui jalan yang benar, dengan bersungguh-sungguh dalam berusaha dan selalu menyandarkan diri kepada yang maha kuasa. Serta selalu waspada dan instrospeksi diri dengan belajar dari kejadian-kejadian yang kita alami pada waktu yang telah berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi.

Andaikan setiap jengkal waktu yang akan kita lewati diwarnai oleh hal-hal yang bermanfaat, tidak terbuang percuma, bahkan terjaga dari yang merugikan dan merusak harga diri, tantu akan besar sekali kemajuan yang akan kita raih selama setahun ini. Sesungguhnya Allah tidak akan merubah (keterbalakangan, ketertinggalan, kemiskinan, kesulitan, penderiataan dan kebodohan) yang dialami oleh suatu kaum hingga mereka mau mengubah diri mereka sendiri (dengan menggunakan potensi yang sudah ada dalam diri mereka sebagai anugerah yang besar dari Allah tanpa harus lebih dahulu diminta).

Sesungguhnya kebahagiaan itu berasal dan muncul dari dalam jiwa, barang siapa yang selalu ridha dengan apa yang ditetapkan oleh Allah untuknya maka ia akan hidup dengan penuh keridhaan Allah. Barang siapa yang termakan kebencian, maka kebencian akan menggerogoti dirinya, barang siapa yang optimis maka ia akan mendapatkan kebaikan yang diinginkannya. Dan barang siapa yang selalu pesimis maka kesusahannya akan bertambah –tambah.

Mari kita jalani awal tahun ini dengan menanam himmah di dalam hati, himmah adalah semangat yang kuat yang selalu bergejolak di hati, himmah adalah cita-cita yang besar untuk memandang jauh ke depan yang akan membawa diri berkelana ke mana-mana, walaupun kita masih diam di tempat. Himmah akan mendorong kita untuk berpacu dengan waktu, berkompetisi dengan malam-malam yang telus berlalu. Waktu adalah uang, waktu juga ibarat pedang yang bisa digunakan untuk menebas seseuatu tetapi biala ia disia-siakan dia akan menebas diri kita sendiri. Seseorang pasti akan sangat merugi kalau dia tidak mengisi waktunya dengan beriman dan beramal shaleh, serta tidak mau saling menasehati terhadap kebenaran yang harus dilakukan dengan penuh kesabaran.

Carilah bekal, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa, karena itu bertaqwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang berakal (Q.S. 38; Shaad ayat 20)


Jika seorang pemangku kekuasaan dengan secara benar dan adil, maka dia akan senantiasa memiliki harga diri dan Allah akan menguatkan kekuasaannya, tetapi jika pemangku kekuasaan melupakan Allah , berlaku zalim kepada rakyatnya dan tidak adil dalam kekuasaannya, maka dia akan hancur dan akan goyang kekuasaannya. Ini adalah merupakan sunnatullah yang terus akan berlaku sepanjang masa, karena sunnatullah itu tidak akan pernah berobah selama-lamanya. Semoga para pemimpin kita dibukakan mata hatinya untuk mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab dan mau kembali kejalur yang benar untuk membawa bangsa kita yang besar kini menuju negeri yang adil dan makmur yang diredhai oleh Allah SWT.