Nabi Muhammad adalah seorang pemimpin yang namanya dicatat dengan tinta emas abadi
sepanjang masa karena beliau benar-benar mempunyai budi pekerti yang amat agung dan menjadi rahmat bagi semesta alam.
Betapa indahnya menjalani hidup di lapis-lapis keberkahan,dengan mengambil teladan dari seorang lelaki yang namanya terpuji di langit dan dibumi, Mabi Muhammad SAW
Darinya kita belajar hidup yang paling indah, paling benar dan penuh makna.
Dengannya manusia menuju keberuntungan menuai manfaat untuk dirinya dan orang lain, menata lingkungan hidupnya dibidang pertanian dan peternakan, dan tampil di gelanggang kehidupan membawa rahmat Bagai permata yang berkilauan menyinari apapun yang ada disekitarnya.
Berbahagialah orang yang memandang bahagia itu bukan dari nikmat dan mushibahnya melainkan dari sudut pandang syukur dan shabarnya.
Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan
dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang
mu'min. Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: "Cukuplah
Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan
Dia adalah Tuhan yang memiliki `Arsy yang agung". (Q.S. 9; at-Taubah ayat 128-129)
Segala
bentuk pujian hanya kita persembahkan kepada Allah semata yang telah mengutus kepada kita seorang Rasul yang
sangat mulia, Nabi Muhammad SAW. Yang telah dipercaya membawa risalah Islam
yang sesuai dengan fitrah manusia, yang apabila kita aplikasikan dalam
kehidupan sehari hari akan membawa kepada kebaikan dan kejayaan. Sebaliknya
apabila dilanggar akan menghilangkan kebaikan dan membawa kepada kehinaan dan
kehancuran.
Agama
Islam bertujuan mengangkat derajat manusia dari lembah kehinaan kepada puncak
ketinggian. Dahulu ketika ummat manusia tenggelam dalam kegelapan , kebodohan
dan kejahiliyahan datanglah cahaya Allah yang memancar dari Makkatul Mukarramah dan Madinatul Munawwarah menembus dunia timur dan
barat, utara dan selatan. Hanya dalam kurun waktu 23 tahun masyarakat jahil,
keras hati, zalim, penuh dengan
kebiadaban, berubah jadi
manusia yang cerdik, adil, berhati lembut, santun, dan dihiasi dengan peradaban
yang tinggi dan mulia. Apakah rahasianya? dan faktor apakah yang ada
dibelakangnya ?.
Jawabannya
adalah bahwa ummat Islam pada waktu itu benar-benar taat kepada Allah dan
Rasul, sehingga apapun yang diperintahkan ataupun dilarang jawabnya hanyalah
sami’naa wa’ath’naa. Mereka benar-benar yakin kepada Allah sebagai Al-Khaliq
yang maha pencipta dan Rabb maha pengatur. Al-Maalik yang memiliki segala apa
yang ada dan dibumi. Al-Mudabbir, yang maha mengatur segala yang ada di dalam
jagad raya yang amat luas. Ar-Razzaaq, yang memberi rezki untuk keberlangsungan
seluruh makhluk-Nya. Al-Muhyii al-Mumiit, yang menghidupkan setelah mati dan mematikan setelah
menghidupkan. An-Naafi’ dan Adh-dharr, yang memberi manfa’at dan mudharat
kepada makhluk. Dan Dia maha berkuasa atas segala sesuatu.
Dialah
satu-satunya Tuhan yang berhak disembah dan satu-satunya Tuhan tempat memohon
pertolongan. Keyakinan yang seperti ini benar-benar terpatri didalam sanubari
yang membuat ketaatan tidak terbelah lagi.
Kemudian
mereka menyaksikan sendiri dan hidup bersama dengan Nabi Muhammad SAW yang
kehidupannya dalam memimpin ummat dan memimpin dirinya sendiri betul betul
menunjukkan keteladanan yang amat luar biasa dan tidak ada tolak bandingnya.
Beliau adalah seorang pemimpin yang amat dicintai karena selalu membayarkan hak
orang lain. Penuh kasih sayang dan lemah lembut dalam memperlakukan orang orang
yang lemah dan susah, tanpa membedakan siapapun juga. Tidak pernah
melecehkankan orang lain dengan memberikan perhatian yang sungguh-sungguh
kepada siapapun yang menemuinya.
Beliau
adalah pemimpin yang dipercaya karena kejujurannya dalam setiap langkah dan
tindakannya, sesuai kata dengan perbuatannya dan selalu memenuhi
janji-janjinya. Dan siap menanggung segala resiko yang diakibatkan oleh
kejujurannya. Tidak mau menyerah walaupun orang mendustakannya, bahkan
memusuhinya. Ia sangat komit untuk menegakkan kebenaran, mengajak kepada
kebaikan. Berjuang dengan cara yang baik dan dengan kata-kata yang penuh
hikmah. Serta tidak mau tergoda oleh rayuan harta dan kedudukan.
Bimbingannya
diikuti dengan setia oleh para pengikutnya, karena ajakannya sesuai dengan
fitrah manusia yang harus selalu bersih dan terbebas dari belenggu kemunafikan.
Dan cinta dunia yang membabi buta. Serta tidak mau terjebak oleh ambisi pribadi
dan kepentingan kelompok atau keluarga.
Beliau
adalah pemimpin yang punya kepribadian yang tangguh karena beliau mampu
mengendalikan diri dengan baik. Musuh terbesar manusia ada didalam dirinya
sendiri. Itu terjadi karena beliau mengikuti petunjuk jalan lurus yang datang
dari Allah yang maha bijaksana dan maha mengetahui.
Semoga
teladan yang beliau tinggalkan dapat kita jadikan pakaian hidup dalam memimpin
diri sendiri dan dalam memimpin keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara.