Di saat orang
lain terlelap dalam ayunan mimpi, kita diperkenankan datang mendekat, segala
hirauan dunia sirna dari jiwa, sebab sang hamba sedang menuturkan suara hati di
hadapan Tuhannya.
Meleleh air
mata di wajahmu karena engkau yang lemah diperbolehkan menghadap
Alangkah
nikmatnya jiwa diperbolehkan datang, pintu dibuka dan pengaduan diterima.
Tuhanku, malam
ini sunyi senyap, tiada gema dan suara.
Gempita
seluruh alam telah lenyap dalam pangkuan kesunyian
Seluruh bumi
ditelan kesepian. Ribuan bintang di halaman langit gemerlapan dengan titik-titik cahaya yang indah
menembus bumi memecahkan kegelapan.
Bani insan
semuanya tengah tenggelam dalam tidur, agaknya tengah dibuai mimpi yang indah.
Di kala itu,
simusafir yang malang ini tersentak bangun, lalu bersuci karena hendak datang
menghadap.
Pintu langit
Engkau bukakan, dan Engkau berkenan menerima kedatanganku.
Sedu sedan
tangisku karena keharuan karena hamba yang hina ini engkau perkenankan untuk
mendekat, bersimpuh di hadapan kebesaran-Mu.
Duhai Tuhan
yang maha Kasih! Dalam wahyu yang Engkau nuzulkan, Engkau berjanji akan menerima
segala pengaduan, berkenan memberikan ampunan dan mengabulkan segala
permintaan.
Aku percaya
kepada janjimu, bahwa ampunan-Mu jauh lebih besar dari kesalahan insan, walau
lutut ini lemah, karena diri yang penuh dengan cacat, dosa dan maksiat namun
kuyakin kasih sayang-Mu yang tidak terbatas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar