Minggu, 23 April 2017

BERMESRAAN DENGAN-NYA

Manisnya penghambaan kepada Allah tidak akan terasa sebelum kita merasa bahwa bermesra pada-nya dalam do’a adalah lebih penting dari pengabulan do'a itu sendiri, 
Lezatnya ketaatan tidak akan terasa hingga kita lebih mencintai zat yang mengabulkan permintaan kita melebihi cinta kepada wujud dari pengabulan itu.
Bahwa Ilmu Allah tentang kebaikan yang kita perlukan adalah pengetahuannya yang amat sempurna jauh melampaui kesempitan ilmu dan wawasan kita.
Seperti Nabi Musa AS. Ketika meninggalkan Mesir setelah membunuh seorang Suku Qibthi, tak tahu kemana akan melangkah. dengan Ilmu dan bimbingan Allah dia menuju Madyan, dan dipertemukan dengan Keluarga Nabi Syu’aib, diberi tempat tinggal dan pekerjaan, dinikahkan dengan anaknya. Subhanallah. 
Maka sepantasnyalah kita menanam dalam dalam dilubuk hati kita yang paling dalam Surar Ali Imraan ayat 26 dan 27 yang artinya: “Duhai Allah, Pemilik kerajaan maharaja, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa yang Kau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa yang Kau kehendaki. Engkau muliakan siapa yang Kau kehendaki, dan Engkau hinakan siapa jua yang Kau kehendaki. Di tangan-Mulah segala kebaikan, sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Engkaulah yang memasukkan malam ke dalam siang dan membenamkan siang ke dalam malam. Engkau yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup dan Engkau menganugerahkan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa terbatasi".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar