Sabtu, 29 April 2017

IMAN YANG MANIS

Sungguh iman membawa kepada keridhaan dan kecintaan Allah terhadap hamba-Nya yang membawa kepada ketentraman hati dan ketenangan jiwa di bawah naungan kasih sayang-Nya.

Sungguh iman begitu manis terasa kala cinta kepada Allah melebihi cinta kepada selain-Nya, dan kala cinta dan benci kepada segalanya hanya disebabkan oleh cinta kepada-Nya.

Iman adalah ikatan perjanjian  dengan Zat yang telah Mencipta dan Memiliki, Memelihara dan mengaruniai rezki, Membimbing perjalanan hidup dan Mengatur segala urusan.

Iman yang membuat kita merasa selalu diawasi oleh yang Maha Melihat dan Maha Mengetahui segala yang ghaib dan yang nyata, Yang tidak pernah mengantuk dan tidak pernah tidur. Yang telah memerintahkan para malaikat  penjaga di kanan dan kiri kita untuk mencatat semua perbuatan kita. Dan karenanya kita akan menjadi waspada untuk menghindari dosa dan berlomba-lomba mengerjakan kebajikan.

Iman yang meyakini akan adanya hari pembalasan mengajari manusia untuk selalu bermuhasabah, untuk bercermin diri dan menengok ke belakang apa-apa yang telah disiapkan untuk menghadapi hari yang akan datang. Memperhitungkan amal sendiri sebelum diperhitungkan oleh Allah.


Manisnya iman baru terasa dengan adanya jihad dan hijrah.  Yaitu kesungguhan dalam mengendalikan hawa nafsu dan melawan godaan syetan dengan bertekun merutinkan amal kebajikan dan selalu meningkat dari waktu ke waktu. Amal shaleh yang membuat hamba menjulang menembus angkasa menggapai cakrawala, melambungkan pinta dan do’a kita ke haribaan-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar