Sungguh iman membawa kepada keridhaan dan kecintaan Allah
terhadap hamba-Nya yang membawa kepada ketentraman hati dan ketenangan jiwa di
bawah naungan kasih sayang-Nya.
Sungguh iman begitu manis terasa kala cinta kepada Allah
melebihi cinta kepada selain-Nya, dan kala cinta dan benci kepada segalanya
hanya disebabkan oleh cinta kepada-Nya.
Iman adalah ikatan perjanjian dengan Zat yang telah Mencipta dan Memiliki,
Memelihara dan mengaruniai rezki, Membimbing perjalanan hidup dan Mengatur
segala urusan.
Iman yang membuat kita merasa selalu diawasi oleh yang
Maha Melihat dan Maha Mengetahui segala yang ghaib dan yang nyata, Yang tidak
pernah mengantuk dan tidak pernah tidur. Yang telah memerintahkan para
malaikat penjaga di kanan dan kiri kita
untuk mencatat semua perbuatan kita. Dan karenanya kita akan menjadi waspada
untuk menghindari dosa dan berlomba-lomba mengerjakan kebajikan.
Iman yang meyakini akan adanya hari pembalasan mengajari
manusia untuk selalu bermuhasabah, untuk bercermin diri dan menengok ke
belakang apa-apa yang telah disiapkan untuk menghadapi hari yang akan datang.
Memperhitungkan amal sendiri sebelum diperhitungkan oleh Allah.
Manisnya iman baru terasa dengan adanya jihad dan
hijrah. Yaitu kesungguhan dalam
mengendalikan hawa nafsu dan melawan godaan syetan dengan bertekun merutinkan
amal kebajikan dan selalu meningkat dari waktu ke waktu. Amal shaleh yang
membuat hamba menjulang menembus angkasa menggapai cakrawala, melambungkan
pinta dan do’a kita ke haribaan-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar