Senyum
kepada lawan bicara, atau orang yang ditemui, akan mencairkan hati dan menimbulkan
kebahagiaan.
Tidak ada hati yang fitrah dan bersih kecuali pasti akan memberikan respon
positif terhadap senyuman.
Wajah yang penuh senyuman adalah akhlak Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam.
Sebagaimana yang diceritakan oleh sahabat Jarir bin Abdillah Radhiallahu’anhu :
“Sejak aku masuk Islam, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidak pernah
menghindari aku jika aku ingin bertemu dengannya, dan tidak pernah aku melihat
beliau kecuali beliau tersenyum padaku” (HR. Bukhari, no.6089).
Selain
menjadi bagian dari praktek akhlak mulia Rasulullah Shallallahu’alaihi
Wasallam, senyuman juga hal yang diperintahkan oleh beliau kepada ummatnya
dalam berinteraksi sosial. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
“Senyummu terhadap wajah saudaramu adalah sedekah”
(HR. Tirmidzi 1956, ia berkata: “Hasan gharib”. Dishahihkan oleh Al Albani
dalam Shahih At Targhib)
Hadits
ini juga dalil bahwa senyum itu merupakan sedekah. Walhamdulillah, betapa Allah
itu Ar Rahim, sangat penyayang kepada hamba-Nya.
Karena ternyata sedekah itu tidak harus dengan uang atau harta benda.
Cukup menggerakkan otot wajah dan bibir, membentuk sebuah senyuman, seseorang
sudah bisa bersedekah.
Betapa banyak orang yang ditemui setiap hari sehingga betapa banyaknya sedekah
yang dilakukan jika kita mempraktekan akhlak mulia ini.
Andai
anda berat untuk tersenyum, setidaknya janganlah bermuka masam, kecut, sinis
kepada orang lain.
Sekedar memasang muka yang cerah, itu sudah dihitung kebaikan dalam Islam.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
“Janganlah engkau meremehkan kebaikan sekecil apapun, walaupun itu berupa
cerahnya wajahmu terhadap saudaramu..( H.R.Muslim).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar