Sesungguhnya pengakuan atas ketidak berdayaan dihadapan Yang Maha Perkasa adalah sumber kekuatan yang tak pernah kering, tak pernah habis, dan tak pernah berakhir, serta tak ada batasanya.
Berhina pada-Nya adalah kemuliaan.
Berfaqir pada-Nya adalah kekayaan.
Tunduk pada-Nya adalah keluhuran.
Dan bersandar pada-Nya adalah kecukupan
Kerena itu sepantasnyalah, tiap detakan jantung, tiap helaan nafas, dan tiap denyutan nadi dijalani dengan Asma Allah, dengan tawakkal kepada Allah dan dengan pengakuan tiada daya dan kekuatan kecuali karena karunia Allah semata.
Aku tahu rezkiku takkan diambil orang,
Karenanya hatiku tenang.
Aku tahu amalku takkan dikerjakan orang,
Karenanya aku sibuk berjuang.
(Hasan Al-Bashri)
Jangan pernah merasa bahwa rezkimu datangnya terlambat, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba meninggal sebelum datang kepadanya rezki terakhir yang ditetapkan untuknya. (H.R. Ibnu Majah)
Boleh jadi kamu tidak tahu di mana rezkimu,
tapi rezkimu tahu di mana dirimu,
jika ia ada di langit Allah akan memerintahkannya turun untuk mencurahimu,
jika ia ada di perut bumi, Allah akan menyuruhnya muncul untuk menjumpaimu,
dan jika ia berada di lautan, Allah akan memerintahkannya timbul untuk menemuimu.
(Al-Ghazali)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar