Biarlah orang tertawa,
mencaci juga mencela. Ku akan terus kan terbang menggapai bintang. Biarkan aku
terbang melayang-layang di awan menuju langit yang indah, istana bintang.
Mari kita awali langkah
dalam nenjalani awal tahun ini dengan niat dan do’a bismillaahi tawakkalnaa
‘alallaahi walaa haula walaaa quwwata illaa billaah. Semoga setiap derap
langkah, setiap yunan tangan, setiap kata yang terucap berisi rahmat dan berkah
dan tidak terputus dari bimbingan dan hidayah Allah.
Setiap jengkal waktu yang
kita lewati diawal tahun ini tentu saja bisa mengantarkan kita kepada keadaan
yang lebih baik, bahkan sesuai dengan apa yang kita idam-idamkan, tentu saja
selama kita melalui jalan yang benar, dengan bersungguh-sungguh dalam berusaha
dan selalu menyandarkan diri kepada yang maha kuasa. Serta selalu waspada dan
instrospeksi diri dengan belajar dari kejadian-kejadian yang kita alami pada
waktu yang telah berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi.
Andaikan setiap jengkal waktu
yang akan kita lewati diwarnai oleh hal-hal yang bermanfaat, tidak terbuang
percuma, bahkan terjaga dari yang merugikan dan merusak harga diri, tantu akan
besar sekali kemajuan yang akan kita raih selama setahun ini. Sesungguhnya
Allah tidak akan merubah (keterbalakangan, ketertinggalan, kemiskinan,
kesulitan, penderiataan dan kebodohan) yang dialami oleh suatu kaum hingga
mereka mau mengubah diri mereka sendiri (dengan menggunakan potensi yang sudah
ada dalam diri mereka sebagai anugerah yang besar dari Allah tanpa harus lebih
dahulu diminta).
Sesungguhnya kebahagiaan
itu berasal dan muncul dari dalam jiwa, barang siapa yang selalu ridha dengan
apa yang ditetapkan oleh Allah untuknya maka ia akan hidup dengan penuh
keridhaan Allah. Barang siapa yang termakan kebencian, maka kebencian akan
menggerogoti dirinya, barang siapa yang optimis maka ia akan mendapatkan
kebaikan yang diinginkannya. Dan barang siapa yang selalu pesimis maka
kesusahannya akan bertambah –tambah.
Mari kita jalani awal
tahun ini dengan menanam himmah di dalam hati, himmah adalah semangat yang kuat
yang selalu bergejolak di hati, himmah adalah cita-cita yang besar untuk
memandang jauh ke depan yang akan membawa diri berkelana ke mana-mana, walaupun
kita masih diam di tempat. Himmah akan mendorong kita untuk berpacu dengan
waktu, berkompetisi dengan malam-malam yang telus berlalu. Waktu adalah uang,
waktu juga ibarat pedang yang bisa digunakan untuk menebas seseuatu tetapi
biala ia disia-siakan dia akan menebas diri kita sendiri. Seseorang pasti akan
sangat merugi kalau dia tidak mengisi waktunya dengan beriman dan beramal
shaleh, serta tidak mau saling menasehati terhadap kebenaran yang harus
dilakukan dengan penuh kesabaran.
Carilah bekal, dan
sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa, karena itu bertaqwalah kepada-Ku
wahai orang-orang yang berakal (Q.S. 38; Shaad ayat 20)
Jika seorang pemangku
kekuasaan dengan secara benar dan adil, maka dia akan senantiasa memiliki harga
diri dan Allah akan menguatkan kekuasaannya, tetapi jika pemangku kekuasaan
melupakan Allah , berlaku zalim kepada rakyatnya dan tidak adil dalam
kekuasaannya, maka dia akan hancur dan akan goyang kekuasaannya. Ini adalah
merupakan sunnatullah yang terus akan berlaku sepanjang masa, karena
sunnatullah itu tidak akan pernah berobah selama-lamanya. Semoga para pemimpin
kita dibukakan mata hatinya untuk mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab
dan mau kembali kejalur yang benar untuk membawa bangsa kita yang besar kini
menuju negeri yang adil dan makmur yang diredhai oleh Allah SWT.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar