Selasa, 23 Agustus 2016

TAHUN BARU DENGAN SEMANGAT BARU

Biarlah orang tertawa, mencaci juga mencela. Ku akan terus kan terbang menggapai bintang. Biarkan aku terbang melayang-layang di awan menuju langit yang indah, istana bintang.

Mari kita awali langkah dalam nenjalani awal tahun ini dengan niat dan do’a bismillaahi tawakkalnaa ‘alallaahi walaa haula walaaa quwwata illaa billaah. Semoga setiap derap langkah, setiap yunan tangan, setiap kata yang terucap berisi rahmat dan berkah dan tidak terputus dari bimbingan dan hidayah Allah.

Setiap jengkal waktu yang kita lewati diawal tahun ini tentu saja bisa mengantarkan kita kepada keadaan yang lebih baik, bahkan sesuai dengan apa yang kita idam-idamkan, tentu saja selama kita melalui jalan yang benar, dengan bersungguh-sungguh dalam berusaha dan selalu menyandarkan diri kepada yang maha kuasa. Serta selalu waspada dan instrospeksi diri dengan belajar dari kejadian-kejadian yang kita alami pada waktu yang telah berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi.

Andaikan setiap jengkal waktu yang akan kita lewati diwarnai oleh hal-hal yang bermanfaat, tidak terbuang percuma, bahkan terjaga dari yang merugikan dan merusak harga diri, tantu akan besar sekali kemajuan yang akan kita raih selama setahun ini. Sesungguhnya Allah tidak akan merubah (keterbalakangan, ketertinggalan, kemiskinan, kesulitan, penderiataan dan kebodohan) yang dialami oleh suatu kaum hingga mereka mau mengubah diri mereka sendiri (dengan menggunakan potensi yang sudah ada dalam diri mereka sebagai anugerah yang besar dari Allah tanpa harus lebih dahulu diminta).

Sesungguhnya kebahagiaan itu berasal dan muncul dari dalam jiwa, barang siapa yang selalu ridha dengan apa yang ditetapkan oleh Allah untuknya maka ia akan hidup dengan penuh keridhaan Allah. Barang siapa yang termakan kebencian, maka kebencian akan menggerogoti dirinya, barang siapa yang optimis maka ia akan mendapatkan kebaikan yang diinginkannya. Dan barang siapa yang selalu pesimis maka kesusahannya akan bertambah –tambah.

Mari kita jalani awal tahun ini dengan menanam himmah di dalam hati, himmah adalah semangat yang kuat yang selalu bergejolak di hati, himmah adalah cita-cita yang besar untuk memandang jauh ke depan yang akan membawa diri berkelana ke mana-mana, walaupun kita masih diam di tempat. Himmah akan mendorong kita untuk berpacu dengan waktu, berkompetisi dengan malam-malam yang telus berlalu. Waktu adalah uang, waktu juga ibarat pedang yang bisa digunakan untuk menebas seseuatu tetapi biala ia disia-siakan dia akan menebas diri kita sendiri. Seseorang pasti akan sangat merugi kalau dia tidak mengisi waktunya dengan beriman dan beramal shaleh, serta tidak mau saling menasehati terhadap kebenaran yang harus dilakukan dengan penuh kesabaran.

Carilah bekal, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa, karena itu bertaqwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang berakal (Q.S. 38; Shaad ayat 20)


Jika seorang pemangku kekuasaan dengan secara benar dan adil, maka dia akan senantiasa memiliki harga diri dan Allah akan menguatkan kekuasaannya, tetapi jika pemangku kekuasaan melupakan Allah , berlaku zalim kepada rakyatnya dan tidak adil dalam kekuasaannya, maka dia akan hancur dan akan goyang kekuasaannya. Ini adalah merupakan sunnatullah yang terus akan berlaku sepanjang masa, karena sunnatullah itu tidak akan pernah berobah selama-lamanya. Semoga para pemimpin kita dibukakan mata hatinya untuk mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab dan mau kembali kejalur yang benar untuk membawa bangsa kita yang besar kini menuju negeri yang adil dan makmur yang diredhai oleh Allah SWT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar