Jumat, 26 Agustus 2016

PENDERITAAN PASTI AKAN SIRNA YANG TERSISA ADALAH HASIL USAHA

Saat kita menempuh jalan kebenaran dan menyibukkan diri dengan perjuangan di jalan Allah, maka kita akan dihadapkan kepada kelelahan yang luar biasa, menghadapi ujian demi ujian, tertimpa cobaan demi demi cobaan, serta halangan dan rintanganpun datang silih berganti.

Namun jika anda termasuk orang yang tegar menjalani kebenaran, dan selalu bersabar dalam menghadapi cobaan, dan tabah dalam melewati halangan dan rintangan, maka pasti penderitaan akan segera berlalu dan sirna, kelelahan akan hilang, maka yang tersisa tinggal hanyalah hasil perjuangan dalam bentuk kemuliaan derajat dalam hidup karena telah berjuang, dan pahala yang pasti akan diterima dari Allah yang tidak pernah mengingkari janji-janji-Nya.

Ketika anda masuk dan menginjakkan kaki di Surga, hilanglah segala kelelahan yang pernah anda rasakan, anda akan melupakan duka yang mendera, dan luka yang anda alami sirna seketika, bila ditanyakan kepada anda ketika itu,”Pernahkah anda merasakan penderitaan sebelum ini?. Maka anda akan menjawab setelah dicelup sekali ke Surga, “Demi Allah, saya tidak pernah merasakan penderitaan sebelum ini.” (HR. Muslim, Ahmad dan Ibnu Majah dari Anas bin Malik).


Ketika itu, tidak ada lagi kelelahan dan penderitaan, karena semuanya telah berubah menjadi kenikmatan, kebahagiaan dan kegembiraan sebagai balasan dari Allah yang maha Baik, sesuai dengan kemaha muliaan dan kemaha dermawanan-Nya. Bahkan anda akan berangan angan seandainya dahulu anda lebih banyak menderita dan mengalami kelelahan demi kelehalan di jalan Allah, dan andapun akan berangan angan seandainya anda lebih banyak tidak tidur untuk beribadah malam, seandainya anda lebih banyak membelanjakan harta di jalan Allah, seandainya anda lebih meninggalkan kepentingan dunia dan sebagainya, bahkan anda akan berangan-angan sebagaimana angan-angan orang yang mati syahid, seandainya dia bisa dikembalikan ke dunia untuk hidup dan mati syahid lagi, lalu dihidupkan lagi dan mati syahid lagi, karena telah merasakan bagaimana Allah membuktikan kebenaran janjinya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar