Senin, 18 Januari 2016

KETELADANAN RASLULLAH

Nabi Muhammad adalah seorang pemimpin yang namanya dicatat dengan tinta emas abadi sepanjang masa karena beliau benar-benar mempunyai budi pekerti yang amat agung dan menjadi rahmat bagi semesta alam.

Betapa indahnya menjalani hidup di lapis-lapis keberkahan,dengan mengambil teladan dari seorang lelaki yang namanya terpuji di langit dan dibumi, Mabi Muhammad SAW
Darinya kita belajar hidup yang paling indah, paling benar dan penuh makna.
Dengannya manusia menuju keberuntungan menuai manfaat untuk dirinya dan orang lain, menata lingkungan hidupnya dibidang pertanian dan peternakan, dan tampil di gelanggang kehidupan membawa rahmat Bagai permata yang berkilauan menyinari apapun yang ada disekitarnya.

Berbahagialah  orang yang memandang bahagia itu bukan dari nikmat dan mushibahnya melainkan dari sudut pandang syukur dan shabarnya.

Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu'min. Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki `Arsy yang agung". (Q.S. 9; at-Taubah ayat 128-129)

Segala bentuk pujian hanya kita persembahkan kepada Allah semata yang telah mengutus kepada kita seorang Rasul yang sangat mulia, Nabi Muhammad SAW. Yang telah dipercaya membawa risalah Islam yang sesuai dengan fitrah manusia, yang apabila kita aplikasikan dalam kehidupan sehari hari akan membawa kepada kebaikan dan kejayaan. Sebaliknya apabila dilanggar akan menghilangkan kebaikan dan membawa kepada kehinaan dan kehancuran.

Agama Islam bertujuan mengangkat derajat manusia dari lembah kehinaan kepada puncak ketinggian. Dahulu ketika ummat manusia tenggelam dalam kegelapan , kebodohan dan kejahiliyahan datanglah cahaya Allah yang memancar dari Makkatul Mukarramah dan Madinatul Munawwarah menembus dunia timur dan barat, utara dan selatan. Hanya dalam kurun waktu 23 tahun masyarakat jahil, keras hati, zalim, penuh dengan kebiadaban, berubah jadi manusia yang cerdik, adil, berhati lembut, santun, dan dihiasi dengan peradaban yang tinggi dan mulia. Apakah rahasianya? dan faktor apakah yang ada dibelakangnya ?.
Jawabannya adalah bahwa ummat Islam pada waktu itu benar-benar taat kepada Allah dan Rasul, sehingga apapun yang diperintahkan ataupun dilarang jawabnya hanyalah sami’naa wa’ath’naa. Mereka benar-benar yakin kepada Allah sebagai Al-Khaliq yang maha pencipta dan Rabb maha pengatur. Al-Maalik yang memiliki segala apa yang ada dan dibumi. Al-Mudabbir, yang maha mengatur segala yang ada di dalam jagad raya yang amat luas. Ar-Razzaaq, yang memberi rezki untuk keberlangsungan seluruh makhluk-Nya. Al-Muhyii al-Mumiit, yang menghidupkan setelah mati dan mematikan setelah menghidupkan. An-Naafi’ dan Adh-dharr, yang memberi manfa’at dan mudharat kepada makhluk. Dan Dia maha berkuasa atas segala sesuatu.

Dialah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah dan satu-satunya Tuhan tempat memohon pertolongan. Keyakinan yang seperti ini benar-benar terpatri didalam sanubari yang membuat ketaatan tidak terbelah lagi.

Kemudian mereka menyaksikan sendiri dan hidup bersama dengan Nabi Muhammad SAW yang kehidupannya dalam memimpin ummat dan memimpin dirinya sendiri betul betul menunjukkan keteladanan yang amat luar biasa dan tidak ada tolak bandingnya. Beliau adalah seorang pemimpin yang amat dicintai karena selalu membayarkan hak orang lain. Penuh kasih sayang dan lemah lembut dalam memperlakukan orang orang yang lemah dan susah, tanpa membedakan siapapun juga. Tidak pernah melecehkankan orang lain dengan memberikan perhatian yang sungguh-sungguh kepada siapapun yang menemuinya.

Beliau adalah pemimpin yang dipercaya karena kejujurannya dalam setiap langkah dan tindakannya, sesuai kata dengan perbuatannya dan selalu memenuhi janji-janjinya. Dan siap menanggung segala resiko yang diakibatkan oleh kejujurannya. Tidak mau menyerah walaupun orang mendustakannya, bahkan memusuhinya. Ia sangat komit untuk menegakkan kebenaran, mengajak kepada kebaikan. Berjuang dengan cara yang baik dan dengan kata-kata yang penuh hikmah. Serta tidak mau tergoda oleh rayuan harta dan kedudukan.

Bimbingannya diikuti dengan setia oleh para pengikutnya, karena ajakannya sesuai dengan fitrah manusia yang harus selalu bersih dan terbebas dari belenggu kemunafikan. Dan cinta dunia yang membabi buta. Serta tidak mau terjebak oleh ambisi pribadi dan kepentingan kelompok atau keluarga.

Beliau adalah pemimpin yang punya kepribadian yang tangguh karena beliau mampu mengendalikan diri dengan baik. Musuh terbesar manusia ada didalam dirinya sendiri. Itu terjadi karena beliau mengikuti petunjuk jalan lurus yang datang dari Allah yang maha bijaksana dan maha mengetahui.


Semoga teladan yang beliau tinggalkan dapat kita jadikan pakaian hidup dalam memimpin diri sendiri dan dalam memimpin keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar