Rabu, 24 Agustus 2016

SEMANGAT DAN JIWA BESAR

Manusia tidak lebih dari seonggok daging dan darah jika mereka tidak mempunyai semangat yang senatiasa penuh dengan gelora, tak pernah letih untuk menanjak naik menuju puncak kesempurnaan. Menerjang semua kesulitan yang menghadang kebangkitan, melakukan lompatan-lompatanyang membawa kepada keagungan.

Orang yang punya semangat tinggi akan membenci segala bentuk kebodohan, tidak menyukai perbuatan aniaya dan selalu menolak kezaliman. Dengan gagah berani menghardik hawa nafsunya dan membangunkan jiwanya yang tertidur, membuang jauh-jauh kemalasan, tidak mau menunda-nunda waktu dan mencari-cari alasan agar tetap berada dalam ketertinggalan.

Dengan semangat seseorang bisa melakukan perjalanan ke alam keabadian, dunia keberuntungan, negeri kemuliaan dan berada di menara kesuksesan. Karena jiwa yang selalu siap  melalui kesulitan dan penderitaan, halangan dan rintangan sebagai jembatan untuk meraih tampuk pimpinan.”Andaikan bukan karena kesulitan, tentulah semua orang jadi pimpinan. Dan bukankah keberanian itu dibuktikan dengan peperangan?”.

Lihatlah perjuangan orang yang mengejar kedudukan dan jabatan yang selalu diidam-idamkan yang tak pernah berhenti mengjarnya, hatinya tak pernah puas walaupun kudanya harus melewati tengkorak manusia dan pedangnya penuh dengan lumuran darah dia tidak akan pernah berhenti sebelum ia mendapatkan apa yang dia inginkan.

Kita layangkan pula sejenak pandangan kepada pemburu harta, dia bekerja tanpa henti, tanpa batas apapun, dia begitu gigih mengejar dan mengumpulkannya hingga ia berhasil memilikinya.

Ada pula yang cendrung menjadi orang yang zuhud, maka dia menyelimuti dirinya dengan kezuhudan itu, dia bentengi jiwanya dari hawa nafsunya, dia benar-benar serius dengan ketaqwaannya, hingga dia memakai mahkota sebagai orang yang tidak rakus pada dunia.


Ada pula yang semangatnya terdorong untuk menuntut ilmu, maka dia selalu berada dalam kesibukan yang amat ketat, selalu berada dalam perjalanan yang agung, maksudnya hanya satu pemahaman, pembicaraannya hanya pengetahuan, baik dalam keadaan berdiri, duduk atau berbaring, ruhnya tak pernah layu, darahnya tak pernah beku, langkah kakinya tak pernah berhenti, seluruh aktifitasnya dicurahkannya hanya untuk ilmu, dia selalu berada dalam kesibukan ilmu yang mengantarkannya kepada keutamaan dan kemuliaan, namanya diabadikan dengan tinta emas karena ilmunya membawa kepada manfaat dari generasi kegenerasi.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar