Manusia tidak lebih dari
seonggok daging dan darah jika mereka tidak mempunyai semangat yang senatiasa
penuh dengan gelora, tak pernah letih untuk menanjak naik menuju puncak
kesempurnaan. Menerjang semua kesulitan yang menghadang kebangkitan, melakukan
lompatan-lompatanyang membawa kepada keagungan.
Orang yang punya
semangat tinggi akan membenci segala bentuk kebodohan, tidak menyukai perbuatan
aniaya dan selalu menolak kezaliman. Dengan gagah berani menghardik hawa
nafsunya dan membangunkan jiwanya yang tertidur, membuang jauh-jauh kemalasan,
tidak mau menunda-nunda waktu dan mencari-cari alasan agar tetap berada dalam
ketertinggalan.
Dengan semangat
seseorang bisa melakukan perjalanan ke alam keabadian, dunia keberuntungan,
negeri kemuliaan dan berada di menara kesuksesan. Karena jiwa yang selalu siap melalui kesulitan dan penderitaan, halangan
dan rintangan sebagai jembatan untuk meraih tampuk pimpinan.”Andaikan bukan
karena kesulitan, tentulah semua orang jadi pimpinan. Dan bukankah keberanian
itu dibuktikan dengan peperangan?”.
Lihatlah perjuangan
orang yang mengejar kedudukan dan jabatan yang selalu diidam-idamkan yang tak
pernah berhenti mengjarnya, hatinya tak pernah puas walaupun kudanya harus
melewati tengkorak manusia dan pedangnya penuh dengan lumuran darah dia tidak
akan pernah berhenti sebelum ia mendapatkan apa yang dia inginkan.
Kita layangkan pula
sejenak pandangan kepada pemburu harta, dia bekerja tanpa henti, tanpa batas
apapun, dia begitu gigih mengejar dan mengumpulkannya hingga ia berhasil
memilikinya.
Ada pula yang cendrung
menjadi orang yang zuhud, maka dia menyelimuti dirinya dengan kezuhudan itu,
dia bentengi jiwanya dari hawa nafsunya, dia benar-benar serius dengan
ketaqwaannya, hingga dia memakai mahkota sebagai orang yang tidak rakus pada
dunia.
Ada pula yang
semangatnya terdorong untuk menuntut ilmu, maka dia selalu berada dalam
kesibukan yang amat ketat, selalu berada dalam perjalanan yang agung, maksudnya
hanya satu pemahaman, pembicaraannya hanya pengetahuan, baik dalam keadaan
berdiri, duduk atau berbaring, ruhnya tak pernah layu, darahnya tak pernah
beku, langkah kakinya tak pernah berhenti, seluruh aktifitasnya dicurahkannya
hanya untuk ilmu, dia selalu berada dalam kesibukan ilmu yang mengantarkannya
kepada keutamaan dan kemuliaan, namanya diabadikan dengan tinta emas karena
ilmunya membawa kepada manfaat dari generasi kegenerasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar