Jumat, 26 Agustus 2016

PENENTU KEMENANGAN

Pertolongan Allah itu sangat mahal, tidak akan diberikannya kepada sembarang orang, kecuali orang-orang yang memiliki sifat-sifat khusus yang telah ditetapkan oleh Allah sebagai khalifah Allah di bumi yang siap mengemban amanah menegakkan agama sebagai penyelamat seluruh ummat manusia, dengan mengajak mereka keluar dari kubangan dosa yang  selalu diperbudak oleh hawa nafsu, lalu berusaha mensucikan hati dan berlomba-lomba dalam memperjuangkan kebenaran dan menebarkan kebaikan.

Rasulullah SAW telah bersabda:”Senantiasa akan ada di antara ummatku, orang-orang yang menang karena berpegang erat kepada kebenaran,  siapapun yang berusaha menyingkirkan mereka, tidak akan bisa membahayakan mereka sampai hari kiamat. (HR. Bukhari, Muslim, At-Turmizi, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad).

Kelompok pemenang yang berpegang teguh kepada kebenaran itu tidak ditentukan oleh banyaknya jumlah, bahkan sejarah mencatat mereka selalu minoritas, berjumlah lebih sedikit dari musuh-musuh mereka, namun mereka selalu berpegung teguh kepada agama mereka, Abdullah bin Rawahah menyatakan saat terjadi perang mu’tah,”Kita memerangi musuh bukan karena kekuatan senjata dan pasukan besar, melainkan demi menegakkan agama dan karena itulah Allah memuliakan kita”.

Abu Bakar RA pernah berkirim surat kepada panglima perangnya Amru bin “Ash yang isinya:”Dalam suratmu engkau menyebutkan pasukan Romawi yang amat besar. Ketahuilah! Sesungguhnya Allah tidak menolong kami bersama Nabi-Nya dengan banyaknya pasukan dan senjata, Kami bahkan pernah berperang bersama Rasulullah SAW hanya membawa dua ekor kuda dan kitapun bergantian naik unta. Dalam perang uhud bahkan kita hanay memiliki seekor kuda yang dinaiki oleh Rasulullah SAW, Beliau membantu siapa saja yang tertinggal. Ketahuilah! Orang yang paling taat kepada Allah adalah orang yang paling membenci kemaksiatan, Karena itu Taatilah Allah dan perintahkan anak buahmu untuk mentaati-Nya”.

Bila Allah ingin memenangkan suatu ummat maka Allah akan menjadikan mereka memiliki sebab sebab untuk memperoleh kemenangan. Raja Romawi Heraklius heran karena pasukannya yang jauh lebih banyak bisa dikalahkan oleh pasukan Muslim di Antakiah lalu bertanya kepada pasukannya yang pulang membawa kekalahan:” Kenapa kalian bisa dikalahkan mereka?”. Salah seorang dari mereka menjawab:” Karena dalam peperangasnpun mereka bisa melakukan shalat malam, berpuasa pada siang hari, menepati janji, melakukan amar ma’ruf nahi mungkar dan berlaku adil sesama mereka, sebaliknya kita twerbiasa meminum minuman keras, berzina, melakukan maksiat, ingkar janji, merampok dan membuat kerusakan di muka bumi”.

Salah seorang intel Romawi pernah menyampaikan laporan hasil penyelidikannya kepada pimpinannya tentang kondisi pasukan perang kaum muslimin:”Mereka adalah para biarawan di malam hari, dan jadi pendekar ulung di siang hari, Jika anak raja mereka mencuri (korupsi), mereka potong tangannya, jika ada yang berzina mereka merajamnya, jika anda berbicara dengan teman anda, perkataan anfa tidak dapat dipahami oleh teman anda itu, karena ramainya suara mereka ketika mmbaca al-Qur’an dan berzikir”.

Luar biasa sekali, mereka dalam kondisi peperanganpun tidak rela meninggalkan shalat malam, baca Qur;an dan zikir mereka, sedangkan kita kebanyakan pada waktu yang sangatlonggarpun kadang kadang tidak sempat melaksanakan Shalat malam, baca Qur’an dan berzikir untuk mengisi malam-malam kita. Maka dengan keteguhan mereka dalam menjalankan agama, Allah meredhai mereka dan memberikan kemenangan kepada mereka walaupun mereka berhadapan dengan musuh yang jumlahnya jauh lebih besar.


Allahpun sudah berjanji, seandainya tidak ditemukan lagi orang yang seperti itu, maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang akan menggantikan mereka seperti yang difirmankan oleh Allah dalam surat 5; al-Maaidah ayat 54-56 yang artinya:”Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu'min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar