Ketika Khalifah Harun Al-Rasyiid melihat
Al-Fudhail bin “Iyadh (seorang toloh Ulama yang terkenal dengan kezuhudannya)
berpenampilan sangat sederhana, Khalifah sangat terenyuh dan berkata:”Sungguh
aku kasihan melihat dirimu, betapa zuhudnya engkau ini.” Al-Fudhail
menjawab,”Justru akulah yang kasihan melihatmu, engankaulah yang zuhud
sesungguhnya, bukan aku”.
Khalifah Harun Al-Rasyid heran dengan jawaban
Al-Fudhail. Lalu bertanya,”Kenapa begitu?”. Kata Al-Fudhail:”Ya, aku ini hanya
zuhud di dunia, tetapi tidak di akhirat. Sedangkan engkau, engkau tidak zuhud
di dunia, akan zuhud abadi di akhirat kelak”.
Khalifah Harun Al-Rasyiidpun menangis
tersedu-sedu mendengar jawaban Al-Fudhail. Dan konon sesudah itu Harun tidak
lagi mau hidup bermewah-mewah.
Banyak kita menemukan orang yang mengejar
kemewahan dunia secara berlebih-lebihan dari apa yang sesungguhnya dia
butuhkan, tidak semua harta yang kita miliki bisa kita makan atau kita pakai
dan tempati sebagai sandang pangan dan papan, karena jumlah makanan, pakaian
dan tempat tinggal manusia itu ada batasnya. Yang bisa kita makan hanya
sekenyang perut saja, yang mungkin kita pakai hanya selebar penutup tubuh, dan untuk
tempat istirahat merebahkan diri tidk lebih dari dua kali satu meter saja. Pada
saat kita meninggalkan dunia banyak sekali meninggalkan harta yang tidak sempat
kita makan dan kita pakai, serta tidak satupun yang bisa dibawa ke dalam kubur.
Dan yang lebih memprihatinkan lagi adalah orang yang hidup dengan harta yang
berlimpah itu. Sejak dia meninggalkan dunia, hidup susah dan penuh derita,
karena selama hidupnya tidak pernah terpikir untuk menyisihkan sebahagian harta
miliknya itu, yang akan menjadi teman setia menemaninya sejak dari pintu kubur
sampai ke akhirat nanti. Dia tidak pernah kekurangan apa apa di dunia, tetapi
di akhirat nanti dia akan menjadi orang yang sangat zuhud karena tida memiliki
apa-apa yang dapat untuk menolong dirinya.
Tentu saja tidak seorangpun dari kita yang
mau mengalami nasib yang seperti ini. Oleh sebab itu selagi ada kesempatan
janganlah berhenti untuk setiap saat selalu menyisihkan sebahagian harta kita
dengan membelanjakannya sesuai dengan tuntunan agama sebagai bekal kita agar
kita tidak menjadi orang yang zuhud di akhirat nanti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar