Memperbaharui iman adalah sangat penting bagi setiap muslim, karena godaan
syetan juga tidak pernah berhenti, hawa nafsu setiap waktu menginginkan sesuatu
dan pengaruh dunia yang datang silih berganti penuh pesona dan selalu
memabukkan.
Karena terlalu banyak kesibukan orang sering melupakan kalbunya yang juga
harus mendapat perhatian khusus agar senantiasa ikhlas dalam beramal, jujur
dalam tindakan, teguh dalam pendirian, sabar dalam menghadapi cobaan, bersyukur
terhadap segala nikmat dan selalu bewtawakkal kepada Allah dalam mengejar keinginan
dan cita-cita, dan yang paling penting adalah tidak pernah lupa memohon ampun
kepada Allah atas semua tindakan, baik disengaja ataupun tidak disengaja.
Sering kita menemukan orang yang pada mulanya ikhlas tetapi tanpa
disadarinya ia telah menjadi orang yang ria dan sum’ah (ingin dilihat dan
didengar orang kebikannya). Ada orang yang pada mulanya jujur tetapi setelah
bercampur dengan kelompok yang tidak jujur dia juga terbawa-bawa tidak jujur.
Karena mengabaikan kalbu banyak orang yang berkata sia-sia, makan
berlebih-lebihan, tidak berusaha memaksimalkan pengatruran waktunya,
bermalas-malasan dan banyak tidur.
Rasulullah SAW mengingatkan dengan sabdanya:”Perbaharuilah iman kamu”;
“Iman itu bisa bertambah dan berkurang, dia akan bertambah seiring dengan
meningkatnya ketaatan dan dia akan berkurang sejalan dengan bertambahnya
maksiat yang dilakukan”. “Hati manusia itu selalu berbol;ak balik, karena itu
berdo’alah kepada Allah agar Dia mengokohkan hati kita dalam memegang teguh
agama-Nya”. Dan Allah berfirman dalam surat 59; al Hasyr ayat 18-20 yang
artinya:” Hai orang-orang
yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan
apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada
Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah
kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka
lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik. Tiada
sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga; penghuni-penghuni
surga itulah orang-orang yang beruntung”.
anyak sarana yang bisa
kita gunakan untuk memperbaharui iman kita, seperti:
1.
ziarah kubur
yang berpungsi untuk mengingatkan kita kepada kematian dan adanya hari
berbangkit sebagai tempat dimana setiap orang diminta untuk mempertanggung
jawabkan segala perbuatannya.
2.
Membaca riwayat
hidup orang-orang shaleh yang menyibukkan diri mereka dengan banyak melakukan
ibadah, dengan penuh kezuhudan dan kewara’annya, selalu qana’ah dan tawakkal
kepada Allah. Dan para pejuang yang telah mengorbankan harta benda bahkan
nyawanya dalam menegakkan agama Allah.
3.
Banyak bergaul
dengan orang-orang yang shaleh, orang orang “alim dan para pejuang agama yang
akan mendorong kita untuk termotivasi melakukan apa-apa yang mereka lakukan,
apa lagi kalau sering duduk dan bercengkerama dengan mereka, belajar dan
mendengan nasehat mereka yang membuat betrei iman menjadi seperti dicas dan
menjadi kuat kembali.
4.
Membiasakan diri
untuk senantiasa mentadarruskan Al-qur’an, banyak berzikir dan rajin
mengerjakan amalan sunat seperti rajin shalat dhuha dan tahajjud serta banyak
bersedekah, puasa sunat dan lain-lain.
Semoga kita termasuk orang yang selalu bwerhati-hati dalam menjalani hidup
dan kehidupan dengan jiwa taqwa dan tetap konsisten mengakhiri hidup dengan
husnul khatimah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar