Rabu, 24 Agustus 2016

WAHYU MEMBERI CAHAYA PADA AKAL

Ketergantungan akal manusia kepada wahyu dapat diibaratkan seperti cahaya yang menerangi kehidupan kita agar langkah-langkah  langkah-langkah yang kita tempuh memiliki kepastian yang menyelamatkan. Akal yang tidak dibimbing wahyu, tak jauh berbeda dengan orng yang berjalan di dalam kegelapan, tidak dapat melihat apa-apa.  Seperti mata, walaupun sehat, tatapi tanpa cahaya yang menerangi di ruangan kita berada, pastilah kita tidak dapat melihat sesuatu. Bahkan jika kita terus menerus dalam ruangan seperti itu, kita tidak saja akan menemukan kegelapan tetapi mata kitapun akan ikut rusak. Begitu juga akal kita yang tidak pernah mau mengenal wahyu, maka akal tersebut tidak akan pernah sampai kepada kebenaran dan kebaikan, malah akan menyebabkan manusia tenggelam dalam kejahatan, kezaliman, kebiadaban dan hanya akan memperturutkan hawa nafsu semata.

Kenapa bisa demikian? Karena banyak sekali objek yang menjadi fokus pengamatan manusia yang tidak bisa ditangkap oleh akal, seperti roh, alam semesta yang amat luas, masalah kehidupan di masa depan, makhluk-makhluk ghaib, nilai-nilai kebenaran mutlak, apalagi Tuhan itu sendari yang selalu dibutuhkan manusia karena fitrahnya memang seperti itu.
Karena pentingnya masalh-masalah tersebut manusia membutuhkan jawaban yang hanya bisa didapatkan melalui wahyu.  Maka alangkah bijaksananya Allah yang maha Pengasih lagi maha Mengetahui, telah menurunkan wahyu sepanjang perjalanan hidup manusia yang disesuaikan dengan perkembangan kehdupan dan kebudayaan masa hidup mereka. Dan kepada kita sebagai ummat akhir zaman Allah telah mewahyukan Kitab suci Al-Qur’an melalui malaikat Jibril yang disampaikan kepada manusia terpilih dan berjiwa muli, nabi Muhammad SAW. Dan hasilnya berobahlah kehidupan manusia yang diselimuti oleh kegelapan menjadi suatu ummat yang dipenuhi oleh cahaya wahyu yang terang benderang sebagaimana diakui oleh sejarah.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat 5; al-Maaidah ayat 16 yang artinya:”Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.”

Maka berbahagialah orang-orang yang dengan rendah hati akalnya tunduk kepada wahyu, Dan alangkah sengsaranya orang orang yang dengan sombong menolak wahyu untuk menerangi akalnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar