Ya
Allah ! Tuhan yang maha Agung, alangkah indahnya semua karunia-Mu, tiada yang
mampu menandingi keagungan-Mu. Engkau
lah yang maha pencipta , yang menciptakan makhluk yang paling mulia, berasal
dari air yang sangat hina. Ya… dari
setetes air yang hina, kami lahir ke dunia tidak membawa apa-apa, dan tidak
memiliki apa apa,
tidak mengetahui apa apa, dan tidak bisa
mengatakan apa-apa, dan saat meninggalkan dunia ini pun, kami tak akan
membawa apa-apa.
Ya…
Engkau menciptakan kami berasal dari nenek moyang yang satu, yaitu Adam, dan dari tulang
rusuknya Engkau Ciptakan Hawa, dan dari berkah perkawinan, sekarang sudah
menjadi lautan manusia yang bertebaran dimana-mana.
Tapi
apakah Anak yang dibesarkan dengan penuh kasih dan sayang, pantas membalas air
susu dengan air tuba?. Ibu! relakan air susumu jadi darah
dagingku, Alangkah besar pengorbananmu dalam mengandungku, aLangkah berat beban
dan deritamu dalam mendidik dan mengasuhku.
Ayah!
Tetesan keringatmu ketika membanting tulang belum bisa aku balas, engkau adalah
pahlawanku, hingga aku bisa dewasa dan
berilmu, izinkan kami berdua, bersimpuh dikakimu, mohon do’a dan restu ayah dan
juga ibu, agar bahtera rumah tangga kami, bisa selamat menuju pantai impian.
Allah
berfirman dalam Surat 30, ar-Ruum ayat 20-21 yang artinya:”Dan di antara tanda-tanda
kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu
(menjadi) manusia yang berkembang biak. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya
ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu
cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa
kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat
tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.
Dan
lihatlah betapa banyaknya tanda tanda kekuasaan Allah yang bisa ditemukan kapan
dan dimana saja. Diciptakannya manusia
berasal dari tanah, dan tiba-tiba berkembang biak, dan sudah ada dimana-mana.
Dilahirkan manusia dalam asuhan bunda, yang menjaga dengan penuh kasih dan
sayang . dan sayang bunda itu sepanjang jalan hidup, yang tak bisa diketahui batasnya
dimana. Diciptakan manusia berpasang pasangan, dengan naluri saling mencintai,
yang tak diketahui cinta itu berasal dari mana, tapi tiba-tiba sudah ada dalam
belahan jiwa.
Ya Allah yang maha memberkati! Kasih sayangmu tak pernah berhenti. Engkau beri kepada kami seorang idaman hati, untuk menjadi teman sehidup semati,
yang telah lama dinanti nanti.
Ya Allah jadikanlah kami menjadi pasangan yang sakinah, membangun mawaddah dan
rahmah, dengan kasih yang melimpah, dan sayang yang tercurah, mahabbah yang
berdasarkan ridha Allah, demi menjalankan sunnah Rasulullah. biarkan cinta kami merekah,
agar rumah tangga kami indah, dan jangan sampai terpisah, selamanya bersatu padu, bahagia rasanya
bagai madu.
Dunia adalah perhiasan, dan sebaikbaik perhiasannya adalah wanita shalehah.
Wanita shalihah adalah sebaik-baik keindahan, menatapnya menyejukkan kalbu,
mendengarkan suaranya menghanyutkan batin, ia adalah bidadari surga yang hadir
ke dunia, untuk menjadi teman berbagi suka dan duka, sebagai obat pelipur lara. Wanita shalihah adalah isteri yang meneguhkan
jihad suami, penebar rahmat dalam rumah tangga, ibu yang mulia bagi anak-anak
tercinta. Cahaya bagi dunia dan akhirat, bagaikan sekuntum mawar yang tegar
ditengah gelombang kehidupan.
Ya
Allah alangkah mudahnya hati kami berbolak balik. Kembalikan jiwa taqwa kedalam
hati sanubari kami. Yang membuat kami takut terhadap siksa yang diakibatkan
dosa-dosa kami, yang membuat kami tidak kehilangan rasa santun dan kelembutan
sehingga hidup kami terasa damai kerena terjauh dari dendam dan permusuhan.
Banyak teman yang bagaikan duri dalam daging , sahabat
yang bagaikan api dalam sekam, anak yang
bagaikan senjata makan tuan, isteri bagaikan cacing kepanasan, dan suami
bagaikan pagar makan tanaman.
Semoga Allah selalu
membuka jalan kepada kita untuk menciptakan
rumah kita bagai sorga yang penuh dengan
sakinah, mawaddah dan rahmah. jangan sampai dia bagai neraka yang berasa lebih pahit dari empedu
karena diisi oleh manusia yang tak perduli dengan hakikat kebenaran dan
kejujuran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar