Senin, 18 Januari 2016

INDAHNYA LAPIS-LAPIS BAHAGIA


Alangkah nyamannya perasaan orang yang merasakan kebahagiaan dalam hidupnya, penuh gairah dan semangat, hubungannya dengan sesama penuh pengertian dan kasih sayang, sementara hubungannya dengan Allah langgeng dan mesra, maka iman dan takwanya meningkat amal kebajikannya bertambah banyak dan semua itulah penopang kebahagiaan.
Kebahagiaan yang dicarinya bukan untuk dirinya sendiri, tetapi juga ingin dipersembahkannya kepada orang lain, karena ia yakin bahwa kebahagiaan orang lain tidak akan mengurangi kebahagiaan dirinya, malah sebaliknya akan menambah kebahagiaan itu.
Harta dapat membantu untuk mencapai kebahagiaan, tetapi dapat pula mendatangkan kepedihan hidup, karena ada syarat lain yang harus dipenuhi yaitu rasa syukur, tidak kikir dan tidak tamak serta cinta dunia yang tak terkendali yang mengakibatkan tidak mau berbagi.

Kekuasaan, pangkat dan kedudukan pun demikian, bisa mengantarkan kepada kebahagiaan selama digunakan untuk kemaslahatan, namun kadang-kadang bisa menyebabkan hilangnya kebahagiaan kalau tidak pandai mengendalikannya. Anak, isteri dan teman-teman yang dahulu disayangi bisa berubah menjadi musuh dan sasaran kemarahan, bahkan tidak jarang orang rela mengorbankan teman baiknya demi mencapai kedudukan dan mempertahankannya. Bila iri dan dengki sudah mendominasi, dendam sudah menguasai diri, fitnah dan adu domba sudah menjadi kebiasaan, sombong sudah menjadi pakaian, maka seseorang akan semakin jauh dari bahagia yang dicarinya, karena iri, dengki, dendam, sombong, fitnah dan adu domba adalah sifat-sifat yang menjadi penyebab hilangnya kebahagiaan dan ketenteraman hati. Selama sifat-sifat itu bercokol di dalam hati, maka kegelisahan dan kegalauanlah yang akan dirasakan, bukan kebahagiaan.

Ilmu Pengetahuan dapat mempermudah hidup, banyak fasilitas yang di dapat, hiduppun bertambah enak dan lapang, tetapi kesenangan lahiriah belum tentu membahagiakan, orang yang tak punya anak merasa sedih, tidak bahagia karena takut hubungan keluarga akan mudah retak disebabkan tidak punya anak, sebaliknya banyak juga orang yang menderita justru karena anaknya tidak menghargai dan menyantuninya, sehingga hari tua dihadapinya dengan penderitaan dan penyesalan, padahal ia mempunyai anak yang kaya, atau mempunyai kedudukan yang cukup tinggi. Dan alangkah bahagianya orang tua yang memiliki anak yang shaleh dan berbakti.


Sesungguhnya cara mendapatkan kebahagiaan itu mudah dan murah serta telah lama ada, yaitu mengikuti ajaran agama yang diturunkan oleh Allah melalui Rasulnya. Semoga kita menjadi orang berani berkata: “Bagiku kebahagiaan adalah keridhaan Allah. Dengan cara mengikuti bimbingan agama yang diturunkan-Nya. Selalu bersabar, bersyukur dan bertawakkal kepada-Nya”. Dan semoga Allah melimpahkan kerunia-nya kepada semua hamba-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar