Islam tidak mengajarkan pertentangan kelas dan perbedaan status sosial, sebagaimana sabda nabi Muhammad SAW :"Kokohnya dunia ini lantaran empat perkara; Ilmunya para ulama (cendekiawan), kedermawanan orang-orang kaya, do'a fakir miskin dan keadilan para pemimpin".
Beliau juga bersabda: Seandainya pemimpin-pemimpinmu adalah yang paling adil di antaramu, para hartawannya adalah orang-orang yang paling dermawan di antara kamu, dan urusan diselesaikan dengan musyawarah di antara sesamamu, maka hidup di dunia ini jauh lebih berharga dari pada mati.
kalau setiap orang yang berbeda status sosialnya ditengah-tengah masyarakat saling berlomba untuk beramal shaleh sesuai dengan kelebihan yang dia punya, tidak iri melihat kelebihan orang lain dan tidak merasa dirinya lebih baik dari orang lain, karena pada setiap kelebihan pasti ada kekurangan, tentu dunia ini akan terasa indah dan hidup akan penuh dengan makna.
Maka Allah berfirman dalam surat 6; al-An'aam ayat 165 yang artinya:"Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar