Senin, 21 Agustus 2017

NASEHAT IBU

S U F I

Sufi adalah orang yang bertekad dan berjuang keras untuk membersihkan dirinya dari berbagai penyakit hati seperti riya sombong, tamak, cinta dunia, tidak bisa khusyuk dalam shalat, malas beribadah dan lain lain.

Sebaliknya seorang sufi selalu berupaya untuk
menanamkan ke dalam hatinya rasa cinta
terhadap Allah, ikhlas, tawakal, sabar, baik sangka terhadap taqdir Allah swt dan lain lain.

Biasanya jalan yang mereka tempuh pada umumnya adalah menjauhi dunia, uzlah atau mengisolir diri dari ahlud dunya, menghindari popularitas, hidup sederhana, banyak sedekah dan puasa, rajin solat malam dan melatih diri untuk selalu zikrullah, agar hatinya selalu hadir bersama Allah swt Yang
Maha Dekat, Maha Melihat, Maha Melindungi, Maha Menunjuki ....

Bagi seorang sufi, hidup yang berkecukupan
rezki yang mudah dan hari hari yg menyenangkan ; semua ini dipandang srbagai situasi yg buruk dan berbahaya karena pada saat lapang tersebut pintu pintu syahwat & pintu pintu maksiat terbuka lebar.

Sebaliknya ketika rezki susah diperoleh,
hari hari dipenuhi perasaian dan airmata
situasi ini dipandang sebagai hari besar yang 
sangat mereka sukai karna dalam kesulitan hidup
pintu syahwat tertutup, timbulnya kefrustasian terhadap dunia, dan hati pun cenderung diliputi kesedihan. Dan kesedihan
tersebut lebih gampang digunakan sebagai kendaraan yang mengantar mereka menuju pintu istanaNya  ...

Bahwa rasa kefakiran, ketidakberdayaan, kebergantungan terhadap pertolongan-Nya sangat
dibutuhkan untuk sebagai motor penggerak mengetuk pintu istana-Nya.

Utk menjadi sufi, seperti Syeikh Abdul Qadir
Jailani dan Syeikh Imam Ghazali, penguasaan terhadap syariat islam mutlaq diperlukan.

Seorg sufi harus gigih mempelajari tafsir
Al Qur'an, sunnah nabi saw, ilmu Tauhid dan hukum hukum berbagai corak amaliah dalam Islam. 

Karna seorg sufi / pengikut suatu thariqah
yang tidak memahami secara mendalam tentang tauhid, tafsir al Qur'an hadits serta sunnah nabi saw, justru sangat banyak yang terjerumus ke dalam  berbagai amalan yang mengandung kemusyrikan,
konyol, nyeleneh, bahkan lucu ... heee ...

Hal tersebut bisa terjadi karena cukup banyak ajaran ajaran tentang kewalian, wasilah, nur Muhammad dan lain lain yang telah jauh keluar dari semangat ajaran Tauhid yang terdapat di dalam Al qur'an dan hadits Nabi Muhammad saw.

Adapun ilmu ilmu yang berhubungan dengan
metoda memurnikan tauhid, meningkatkan Ahlaq, menciptakan solat khusyuk dan ikhlas dan segala hal yg berhubungan
dangan cita cita sufi tersebut untuk dekat akrab & ma' rifat dengan-Nya adalah ilmu TASAWUF.

Jika ilmu fiqh mengajarkan anda bagai mana cara shalat yg benar, cara rukuk
sujud dan bacaan bacaannya maka ilmu
tasawuf mengajarkan anda tentang bagaimana
caranya utk menghadirkan khusyuk, ikhlas dan terhindar dari riya.

Jadi, baik ilmu syariat maupun ilmu tasawuf keduanya mutlaq diperlukan untuk pedoman bagi kita agar bisa menjadi hamba hamba Allah yang direhai-Nya. 

Sekian barakallah lii walakum Walhamdulillahi rabbil a'lamien.
#CopasDosino.


*📌Ada sepuluh perkara yang tidak bermanfaat:*

1. Ilmu yang tidak diamalkan.

2. Amal yang tidak ikhlas dan tidak sesuai dengan contoh Rasul shallallahu 'alaihi wasallam .

3. Harta yang tidak diinfakkan. Pemiliknya tidak dapat menikmatinya di dunia tidak juga menjadi pahala di akhirat.

4. Hati yang kosong dari mencintai Allah dan rindu untuk bertemu dengannya.

5. Badan yang tak digunakan untuk ketaatan.

6. Cinta yang tak diikat dengan keridlaan yang dicintai dan menjalani perintahnya.

7. Waktu yang kosong dari dari kebaikan.

8. Pikiran yang berfikir dalam perkara yang tak bermanfaat.

9. Berkhidmat kepada orang yang tidak mendekatkan diri kita kepada Allah tidak juga untuk kebaikan dunia.

10. Takut dan berharap kepada sesuatu yang tidak dapat memberikan manfaat tidak juga mudlarat, tidak memiliki kehidupan tidak juga kematian.

(Al Fawa-id hal. 146).

✏ Oleh: Ust. Ustadz Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

@muslimahorid

*🌐Dibroadcast ulang : BerbagiKebaikan*

Suatu pagi, seorang anak gadis bertanya pada ibunya:


“ Ibu... Ibu kok selalu terlihat cantik, Aku ingin seperti Ibu, beritahu Aku caranya.”

Dengan Senyum haru dan tatapan lembut, si Ibu menjawab ;

“Untuk bibir yang menarik, ucapkanlah perkataan yang baik ”.

“ Untuk pipi yang lesung, tebarkanlah senyum yang ikhlas kepada siapa pun. ”

“Untuk mata yg indah menawan, lihatlah slalu kebaikan orang lain ”

“Untuk tubuh yang langsing, sisihkanlah makanan untuk fakir miskin… ”

“Untuk jemari tangan yang lentik menawan, hitunglah kebajikan yang telah diperbuat orang kepadamu…”

“ Untuk wajah putih bercahaya, bersihkanlah kekotoran batin… ”

"Anakku.....
Janganlah sombong akan kecantikan fisik karena itu akan pudar oleh waktu.
Kecantikan batin dan Perilaku tidak akan pudar walau oleh kematian."

Carilah hati yang indah, bukan wajah yang cantik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar