Minggu, 13 November 2016

SURATAN TAKDIR

Kita punya tenaga untuk berikhtiar, tetapi dibalik ikhtiar itu ada kekuatan ghaib yang lebih menentukan langkah, rezeki, jodoh dan maut kita. Harapan kita adalah semoga yang kita usahakan mendapat taufik , selaras dengan yang Allah kehendaki. 
Dan yang terpenting adalah  iman kita penuh kepada-Nya, dengan hati yang jujur dan usaha yang baik, tidak melanggar rambu-rambu-Nya. Dia tidak akan mengecewakan kita, hati kita tidak kecewa dan patah, kalau belum mendapatkan yang diinginkan, karena kita sudah punya pendirian, yaitu keberanian menantang hidup, kalaupun  pernah menderita kerugian itu disebabkan karena kita berniaga, kalaupun  kita pernah jatuh, karena kita memanjat ke tempat yang tinggi.
Orang yang lupa kepada takdir sering kali terjerumus. Dapat kesulitan ia putus asa, dapat sedikit keuntungan ia sombong, dapat kemegahan ia berbuat angkara murka, pinjaman Allah disangkanya miliknya sendiri, yang bisa diperlakukannya sekehendak hartinya, akhirnya ia lupa diri dan tidak mampu mempertanggung jawabkan barang yang dipinjamnya itu.

Kepercayaan kepada takdir adalah kepercayaan atas perhubungan hidup kita yang kecil ini dengan kehidupan yang amat luas dibawah satu aturan yang mengikuti kebijaksanaan Allah yang maha Besar. Sejak dari sehelai rumput, sebutir pasir, setetes air , sebingkah tanah, manusia yang congkak dan sombong, binatang di darat dan di laut, bintang-bintang di langit tinggi, bulan dan matahari semuanya berjalan dengan kodrat dan iradat Allah yang maha berkuasa,  menjalani aturan yang telah ditentukan, berasal dari tak ada menjadi ada, lalu kemudian lenyap kembali ditelan masa.


Dialah yang maha berkuasa untuk memberikan kekuasaan kepada siapa yang dia kehendaki, dan mencabut kekuasaan dari siapa yang Dia kehendaki, Dialah yang memuliakan dan menghinakan, meninggikan dan merendahkan derajat, ditangan-Nya berada segala kebaikan dan Dia maha berkuasa atas segala sesuatu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar