Kita punya tenaga untuk berikhtiar, tetapi dibalik
ikhtiar itu ada kekuatan ghaib yang lebih menentukan langkah, rezeki, jodoh dan
maut kita. Harapan kita adalah semoga yang kita usahakan mendapat taufik ,
selaras dengan yang Allah kehendaki.
Dan yang terpenting adalah iman kita penuh kepada-Nya, dengan hati yang
jujur dan usaha yang baik, tidak melanggar rambu-rambu-Nya. Dia tidak akan
mengecewakan kita, hati kita tidak kecewa dan patah, kalau belum mendapatkan
yang diinginkan, karena kita sudah punya pendirian, yaitu keberanian menantang
hidup, kalaupun pernah menderita
kerugian itu disebabkan karena kita berniaga, kalaupun kita pernah jatuh, karena kita memanjat ke
tempat yang tinggi.
Orang yang lupa kepada takdir sering kali terjerumus.
Dapat kesulitan ia putus asa, dapat sedikit keuntungan ia sombong, dapat
kemegahan ia berbuat angkara murka, pinjaman Allah disangkanya miliknya
sendiri, yang bisa diperlakukannya sekehendak hartinya, akhirnya ia lupa diri
dan tidak mampu mempertanggung jawabkan barang yang dipinjamnya itu.
Kepercayaan kepada takdir adalah kepercayaan atas
perhubungan hidup kita yang kecil ini dengan kehidupan yang amat luas dibawah
satu aturan yang mengikuti kebijaksanaan Allah yang maha Besar. Sejak dari
sehelai rumput, sebutir pasir, setetes air , sebingkah tanah, manusia yang
congkak dan sombong, binatang di darat dan di laut, bintang-bintang di langit
tinggi, bulan dan matahari semuanya berjalan dengan kodrat dan iradat Allah
yang maha berkuasa, menjalani aturan
yang telah ditentukan, berasal dari tak ada menjadi ada, lalu kemudian lenyap
kembali ditelan masa.
Dialah yang maha berkuasa untuk memberikan kekuasaan
kepada siapa yang dia kehendaki, dan mencabut kekuasaan dari siapa yang Dia
kehendaki, Dialah yang memuliakan dan menghinakan, meninggikan dan merendahkan
derajat, ditangan-Nya berada segala kebaikan dan Dia maha berkuasa atas segala
sesuatu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar